Zhou Qun Fei Wanita Terkaya di Tiongkok

https://www.undercover.co.id – Banyak orang yang hanya mengetahui nama Jack Ma sebagai inspirasi pengusaha sukses yang berasal dari Tiongkok.

Namun tidak banyak yang tahu nama Zhou Qun Fei, pemilik perusahaan Lens Technology yang merupakan produsen layar sentuh ponsel pintar terbesar di China. Perusahaan Qun Fei sendiri telah dipercaya menjadi penyuplai layar sentuh bagi produk perusahaan teknologi ternama Apple yaitu Apple Watch

Tingginya permintaan investor terhadap saham perusahaannya telah menaikkan kekayaannya hingga 452 kali lipat dan menjadikannya wanita terkaya di Tiongkok.

Meskipun telah menjadi pemimpin perusahaan yang sukses, ia tetap rendah hati berkat latar belakang masa lalunya yang seorang pekerja pabrik.

Lahir dari Keluarga Miskin

Zhou Qun Fei lahir dari sebuah keluarga miskin di Xiangxiang, sebuah desa di provinsi Hunan pada tahun 1970.

Tidak hanya hidup dalam keadaan ekonomi yang kurang beruntung, Qun Fei juga harus menerima kenyataan ayahnya mengalami kebutaan ketika bekerja di pabrik 10 tahun sebelum Qun Fei lahir.

Ibu Qun Fei sendiri sudah meninggal sejak ia berusia lima tahun karena kecelakaan.

 Dengan kondisi tersebut, Qun Fei terpaksa harus menjadi pencari nafkah bagi ayahnya dan ketiga adiknya yang masih kecil.

Untuk itu, Qun Fei bahkan terpaksa harus mengorbankan sekolahnya di usia 16 tahun meski tergolong anak yang berprestasi.

Zhou Qun Fei, Dari Pekerja Pabrik menjadi Wanita Pebisnis Terkaya di Tiongkok

Ia memutuskan untuk berpindah ke kota Shenzhen bersama dengan keluarga pamannya untuk menjadi pekerja pabrik.

Meski harus mengorbankan sekolahnya, Qun Fei tetap memiliki antusiasme tinggi untuk belajar sembari bekerja.

Demi bisa terus belajar, Qun Fei memilih untuk bekerja di sebuah pabrik yang dekat dengan Universitas Shenzhen agar dia bisa meluangkan waktu untuk mengambil kelas paruh waktu.

Keinginan belajarnya yang kuat mengantarnya meraih sertifikasi sebagai akuntan dan operator komputer.

Sempat bekerja di sebuah perusahaan pembuat jam, pada tahun 1993 Qun Fei mengambil langkah berani untuk mendirikan bisnis kaca jam tangannya sendiri bersama dengan saudara-saudaranya.

8 tahun setelah usahanya berjalan, perusahannya seperti mendapat durian runtuh setelah berhasil mendapatkan kontrak untuk memproduksi layar ponsel dari salah satu perusahaan besar di sana.

Dikerjai Pesaing Bisnis

Keberhasilan Qun Fei memenangkan kontrak dengan TCL menjadi batu lompatan besar bagi perusahaannya.

Ia kembali mendapatkan kontrak untuk menyuplai layar kaca bagi ponsel Motorola setelah mendirikan perusahaan baru pembuat layar ponsel dengan nama Lens Technology pada tahun 2003.

Hanya saja, keberhasilan Qun Fei ditanggapi dengan sinis oleh pesaingnya yang kemudian membuat rencana untuk menjatuhkannya dengan memborong semua bahan material untuk membuat layar kaca.
Meski tidak mendapat bahan baku, perusahaan supplier justru terus-terusan menagih Qun Fei  dan mengancam akan mempailitkan perusahaanya.
Demi mencegah tuntutan pailit, Qun Fei dan saudara-saudaranya sampai harus rela menjual rumah mereka dan aset-aset berharga lainnya.

Ia sempat putus asa hingga nyaris mengakhiri hidupnya  hingga seorang saudaranya menyadarkannya kembali untuk berjuang mempertahankan perusahaan.

Berhasil melewati momen putus asa tersebut, Qun Fei akhirnya dapat membawa Lens Technology menjadi salah satu perusahaan terbesar di Tiongkok.

Perusahaannya telah dipercaya menjadi penyuplai layar sentuh bagi ponsel-ponsel dari Samsung dan Apple hingga kini.

baca juga kategori

Memimpin Dengan Detail

Pengalamannya bekerja sebagai manajer pabrik di usia muda telah membiasakan Qun Fei untuk selalu melihat detail dari bagaimana perusahaanya berjalan setiap hari.

Hal tersebut diungkap oleh kolega bisnisnya , James Hollis yang merupakan salah satu pimpinan di perusahaan Corning yang terkenal akan Gorilla-Glassnya.

Hollis mengambarkan bahwa setiap pagi di hari kerja, Qun Fei akan datang ke setiap pabriknya, memberi arahan kepada pekerja, memeriksa setiap detail, bahkan melakukan langsung inspeksi kepada produk yang sudah jadi.

Qun Fei mengatakan bahwa ia belajar betul dari bagaimana ayahnya yang tidak bisa menolerir kesalahan ketika menjadi seorang perakit.

Berkat keteguhannya dalam hal detail. Lens Technology terkenal sebagai perusahaan yang paling sedikit menghasilkan barang reject.

Untuk terus mempertahankan laju bisnisnya, ia memiliih untuk tidur di kantornya meskipun memiliki sejumlah properti bernilai tinggi di Hong Kong.

Tidak cukup hanya dengan melakukan inspeksi, Qun Fei juga sering mengadakan pelatihan mental untuk setiap karyawannya.

Dalam setahun sekali, ia akan mewajibkan seluruh karyawannya baik eksekutif maupun pekerja pabrik untuk mendaki gunung Dawei yang memiliki ketinggian 5000 meter di atas permukaan laut. Qun Fei melakukan hal ini dalam rangka untuk melatih fisik dan mental para karyawannya tersebut.

Qun Fei juga tidak segan-segan membentak karyawannya yang ingin berhenti di tengah jalan pendakian.

baca juga

    Menjadi Inspirasi bagi para Pekerja Migran dan Wanita

    Kisah sukses Qun Fei yang berhasil menjadi salah satu orang terkaya di Tiongkok dari seorang pekerja migran menjadi harapan baru bagi kelompok tersebut.

    Menurut penelitian, populasi pekerja migran dari kalangan wanita masih cukup tinggi karena keharusan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

    Pekerja buruh migran wanita juga ditenggarai menerima kesempatan promosi dan upah yang lebih kecil dibandingkan dengan kompatriot prianya.

    baca juga

    Secara umum, wanita di Tiongkok juga kebanyakan hidup dengan keadaan termarginalisasi.

    Seperti misalnya, pria mendapat kemungkinan lebih besar dibandingkan dengan wanita untuk mendapatkan pendidikan tinggi.

    Selain itu dalam hal politik, hanya terdapat dua orang dari 25 orang yang berwenang untuk mengambil keputusan di pemerintahan kota di Tiongkok.

    Qun Fei pernah mengutarakan keinginannya untuk mendapatkan pekerjaan di pemerintahan namun kurangnya pendidikan justru mengantarnya menjadi seorang pengusaha.

    Kini Qun Fei ditaksir memiliki kekayaan sebesar 5,5 miliar Dolar dan membawahi sekitar 90.000 orang karyawan di perusahaannya.

    0 Shares:
    You May Also Like