Victor Santos, Startup Blockchain Airfox

https://www.undercover.co.id – Dalam masa kepemimpinannya, Presiden Donald Trump kerap kali mengungkapkan kedatangan imigran ilegal sebagai biang permasalahan ekonomi di negaranya.

Ia menganggap bahwa mudahnya para imigran memasuki wilayah Amerika Serikat tanpa dokumen legal telah mempersulit persaingan mencari kerja bagi penduduknya.

Jauh dari kesan sebagai perebut lahan pekerjaan penduduk setempat, Victor Santos yang masuk ke wilayah Amerika Serikat secara illegal justru mampu menjadi pendiri startup sukses dan membuka lapangan pekerjaan.

Startup tersebut ialah Airfox, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan bagi orang-orang yang tidak mendapat akses pendanaan konvensional.

Hingga tahun 2018, Airfox telah melayani sekitar 200.000 pelanggan dan berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar 16,5 juta Dolar Amerika Serikat.

Menjadi Imigran Ilegal di Amerika Serikat

Akibat kondisi keuangan yang morat marit, pada awalnya ibu dan ayah Victor tidak berencana untuk memiliki anak karena takut sang anak akan hidup menderita.

Namun Victor Santos akhirnya tetap lahir dari keluarga yang amat sederhana di Belo Horizonte.

Ibunya menamainya Victor karena ia dilahirkan dalam perjuangan antara hidup dan mati, selain itu sang Ibu juga berharap agar nama tersebut selalu memberikan sang anak keberuntungan.

Didorong oleh oleh keinginan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik, keluarga Victor memutuskan untuk pindah ke Amerika Serikat pada saat Victor berusia 12 tahun.

Pada saat itu, ayah dan ibu memutuskan untuk menjual segala harta benda mereka yang ada di Brasil dan berniat untuk menetap permanen bermodalkan visa kerja yang harus diperpanjang setiap tahun.

Victor Santos, Imigran Gelap Pendiri Startup Blockchain Airfox di Negeri Impian

Musibah muncul ketika pada tahun 2009 visa Victor beserta dan keluarganya tidak dapat diperpanjang dengan alasan sudah melampaui batas.

Kegagalan memperpanjang visa tersebut mengakibatkan mereka tidak bisa mendapatkan green card dan dicap sebagai imigran gelap.

Setelah berjuang selama 4 tahun mengajukan penundaan deportasi, Victor mendapat keberuntungan ketika Presiden Amerika Serikat kala itu mengeluarkan kebijakan DACA.

Inti dari kebijakan tersebut adalah imigran ilegal yang datang dalam status anak di bawah umur mendapat perpanjangan waktu tinggal selama 2 tahun di sana.

Victor akhirnya bisa menyelesaikan sekolahnya yang hampir terputus akibat status ilegalnya tersebut.

Mendirikan Airfox

Lolos dari jeratan deportasi,Victor harus mengalami masalah keuangan yang menyebabkannya harus keluar dari universitasnya dan sempat tidak memiliki tempat tinggal.

Selepas sekolah, Victor langsung bekerja sebagai tenaga penjual VoiP di iWorld Services untuk membiayai kuliahnya.

Dengan uang yang dikumpulkan dari pekerjaannya tersebut, Victor bisa masuk ke Universitas of California untuk mengambil gelar administrasi bisnis.

Sempat bekerja kepada Google selepas lulus, Victor kemudian mendirikan perusahaan pertamanya yang diberi nama Ciao Telecom.

baca juga

Perusahaan tersebut bergerak di bidang penyediaan teknologi komunikasi untuk klien perusahaan ataupun individu dengan fokus pada konsumen berbahasa Portugis.

Ciao Telecom kemudian hanya bertahan sekitar 4 tahun dan menyisakan banyak hutang bagi Victor.

Tak mau berlarut-larut dalam kegagalannya serta keharusan untuk bertahan sebagai imigran gelap, Victor memutuskan untuk kembali mendirikan bisnis baru yang diberi nama Airfox.

Berbeda dengan perusahaan terdahulunya, Airfox berfokus pada bisnis pembiayaan dan dompet digiital meski kembali menjadikan Brasil sebagai salah satu target pasarnya.

Salah satu visi yang diusung Victor ketika mendirikan Airfox adalah untuk memberikan akses keuangan inklusif dan menurunkan ketimpangan ekonomi.

Demi keperluan pendanaan pertama, Victor meluncurkan ICO atau Initial Coin Offering yang berhasill mengumpulkan sekitar 10 juta Dollar Amerika Serikat dari penjualan token bitcoin.

Selama tahun 2018, Victor berhasil meraih berbagai penghargaan berkat idenya mendirikan Airfox, mulai dari penghargaan Top Blockchain Startup at Tech Crunch Distrupt San Fransisco, Startup with Best Business Plan, dan Top 35 Innovator in Latin America.

Victor juga berhasil mendatangkan partner penting yaitu jaringan toko swalayan terkemuka di Brasil, Casa Bahia untuk menggunakan jasa dompet digital mereka.

Pada tahun 2019, Airfox sudah bekerja sama dengan berbagai perusahaan teknologi seperti Uber , Netflix, dan Spotify.

baca juga

    Strategi Perusahaan

    Mendirikan perusahaan dalam usia yang sangat muda, 26 tahun, Victor telah terbiasa dengan pengaplikasian strategi perusahaan yang lazimnya sangat kompleks.

    Dalam laman blog medium yang ia tulis sendiri, Victor menjabarkan hal-hal penting yang tercakup ke dalam visi dan misi produknya tersebut.

    Secara garis besar, Victor menginginkan bahwa produk yang ia kembangkan dapat menjadi solusi tunggal akses keuangan banyak orang dengan pengenalan risiko yang terukur.

    Visi tersebut dijabarkan oleh Victor menjadi produk platform FinTech yang terintegrasi yang bisa digunakan oleh semua orang.

    baca juga

      Berharap Banyak kepada Teknologi

      Keputusan Victor mendirikan Airfox sangat dipengaruhi oleh keadaan di negara tempatnya lahir, Brasil.

      Pada waktu ia masih kecil, ia sudah memahami sulitnya akses orang-orang miskin untuk mendapatkan pendanaan dari lembaga-lembaga yang kredibel.

      Ironisnya dari sedikit pilihan yang bisa diambil, kebanyakan dari mereka hanya bisa bergantung kepada pegadaian atau bahkan kepada renternir yang bisa mengenakan bunga hingga 300%.

      Victor mendapat pengalaman tersebut ketika ia harus merelakan gelang pemberian neneknya untuk digadai oleh sang ibu demi mempertahankan usahanya.

      Sejak kejadian itu, Ia menganggap bahwa jurang ekonomi di Brasil hanya bisa dipersempit dengan bantuan teknologi yang bisa menjangkau semua orang.

      baca juga

      Hal tersebut yang mendorongnya untuk mendirikan Airfox dan berharap banyak kepada teknologi Blockhain untuk memberikan solusi tentang hal ini.

      Melalui Airfox, Victor menargetkan bisa membantu 4 orang milyar orang di dunia yang kesulitan untuk mendapatkan akses keuangan karena terjebak dalam ekonomi rendah.

      Victor menargetkan Airfox bisa bekerja sama dengan perusahaan Mastercard untuk mengeluarkan kartu kredit yang bisa didapat tanpa harus melalui proses yang rumit.

      0 Shares:
      You May Also Like