Di Indonesia, Tokopedia merupakan perusahaan teknologi yang sangat besar dan menjadi salah stu unicorn andalan.

Perusahaan e-commerce ini didirikan pada tahun 2009 oleh William Tanuwijaya.

Pada awal pendiriannya, perusahaan miliki William Tanuwijaya ini dibuat untuk menjadi ruang belanja dan berdagang para Unit usaha kecil dan korporate.

Menjadi media mempertemukan pelanggan dan penjual yang lebih luas membuat Tokopedia menjadi salah satu andalan untuk belanja online.

Perusahaan yang dikembangkan bersama dengan Leontinus Alpha Edison ini dapat diakses dengan mudah melalui tokopedia.com.

Fintech Tokopedia

Sejak tahun 2016, Tokopedia sudah mengabarkan akan melebarkan sayapnya ke produk fintech.

Minatnya dalam mengembangkan bisnis ke industri teknologi keuangan itu pun dibuktikan dengan kemunculan dompet digital.

Bahkan Tokopedia menyediakan ruang investasi terjangkau untuk investor pemula.

Ada juga ruang untuk melakukan pinjaman modal bagi pebisnis yang kekurangan modal.

Tersedia juga kartu kredit visual, produk asuransi, dan layanan keuangan lainnya.

Baru-baru ini, di pertengan tahun 2018, Tokopedia sudah meluncurkan aplikasi Mitra Tokopedia.

Aplikasi tersebut dibuat dengan fokus utama untuk pemilik usaha kecil dapat menjual produk digital Tokopedia, antara lain paket data, token listrik, BPJS, voucher game, dan sebagainya.

Sampai akhir tahun 2018, dengan berbagai macam jenis bisnis ini, Tokepedia sudah berhasil mengumpulkan pendapatan sebanyak $ 1,1 miliar.

Bisnis Utama Tokopedia

Tokopedia menghadirkan empat jenis bisnis utama bagi penggunananya.

Pertama, tokopedia menyediakan platform bisnis C2C gratis untuk pedagang dan pembeli.

Alat perdagangan ini dapat memberdayakan pedagang untuk meyediakan lebih banyak produk.

Kedua, ada Toko Resmi sebagai platform khusus toko-toko dari korporate terkemuka yang sudah memiliki nama di tingkat nasional dan juga internasional.

Melalui platform ini, para pemilik brand dapat menawarkan jutaan produk dalam sekali upload.

Kektiga, Tokopedia menawarkan berbagai macam kategori, sehingga pengguna yang memiliki produk sesuai dengan kategori dapat menawarkan produknya secara bebas.

Keempat, bisnis produk digital Tokopedia yang dapat dimanfaatkan pengguna.

Produk digital ini beurpa kredit, pembayaran BPJS, listrik, air, tagihan telepon, kartu kredit, dan sebagainya.

Ada juga tools khusus untuk memesan tiket penerbangan, tiket konser, voucher game, dan produk digital lainnya.

 

 

 

baca juga

Shopee 31.3 Sale Bersama SLANK

5 Startup Decacorn Dunia

 

 

Transaksi Pendapatan Tokopedia

Pada tahun 2015 lalu, Tokopedia mengumumkan sudah memasarkan sekitar 4,9 juta pengguna aktif.

Setiap bulan, Tokopedia dapat memfasilitasi penjualan lebih dari 5 juta produk.

Pada tahun 2018, Tokopedia mengumumkan telah bermitra dengan lebih dari 80 juta pengguna aktif.

Di antara mereka ada sekitar 4 juta pedagang aktif di platform.

Di samping itu, transaksi Tokopedia yang semakin bertumbuh membawanya mendapatkan penghargaan Marketeers of the Year 2014 untuk sektor e-Commerce.

Penghargaan itu didapatnya pada Konferensi Markplus 2015 yang diselenggarakan oleh Markplus Inc. pada 11 Desember 2014.

Dua tahun kemudian, sekitar Mei 2016, Tokopedia telah terpilih sebagai Perusahaan Terbaik di Industri Konsumen Indonesia Digital Economy Award 2016.

Pada tahun 2018, Tokopedia memenangkan beberapa penghargaan.

Mei lalu aplikasi Tokopedia berhasil menduduki puncak Apple Store mengalahkan Facebook, WhatsApp, dan Instagram.

Sementara di Android, Tokopedia juga berhasil menjadi Top Chart # 3 di Google Play, mengalahkan Facebook dan Instagram.

Pada Desember 2018 Tokopedia terpilih sebagai pilihan terbaik untuk komunitas di Google Play.

Pendanaan Tokopedia

Kiprah Tokopedia takkan berjalan lancar tanpa adanya investor.

Berasarkan data PT Tokopedia sudah menerima dana dari PT Indonusa Dwitama pada tahun 2009 sebesar Rp2,5 miliar.

Pada tahun-tahun berikutnya, Tokopedia menarik suntikan modal dari modal ventura global.

Mereka yang tergabung dalam pendanaan ini antara lain East Ventures (2010), CyberAgent Ventures (2011), NetPrice (2012), dan SoftBank Ventures Korea (2013).

Pada 2017, Tokopedia menerima investasi $ 1,1 miliar dari raksasa e-commerce Tiongkok, Alibaba dan menerima lagi di tahun 2018, sebanyak $ 1,1 miliar dari Alibaba.

Demikian tokopedia di Indonesia.

You May Also Like
Read More

Start up Grabble

Grabble adalah platform mobile commerce mode dan gaya hidup yang saat ini beroperasi pada platform iOS di Inggris.…

Startup DANA DIDIK

undercover.co.id Pendidikan memanglah adalah suatu hal yang begitu utama dalam segi kehidupan ini. Oleh karena itu semua usaha…