The Jayakarta Yogyakarta Hotel & Spa, Hotel Megah Bernuansa Jawa yang Hangat dan Nyaman

https://www.zowhy.com.com/ Apa yang mau kalian lakukan untuk menghabiskan liburan ini? Apakah sudah punya rencana? Mungkin kalian bisa mempertimbangkan untuk datang ke kota penuh sejarah, Yogyakarta. Kota yang terkenal dengan makanan gudeg-nya ini sudah lama menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan lokal dan mancanegara saat masa liburan tiba. Berbagai objek wisata belanja dan wisata sejarah yang ada, ditambah dengan suasana kotanya yang tenang dan damai, menjadikan Yogyakarta kota yang dirindukan banyak orang.

Jika kalian ingin mencari tempat menginap yang nyaman dengan pelayanan yang ramah, The Jayakarta Yogyakarta Hotel bisa menjadi pilihan. Hotel yang terletak di Jl. Solo KM 8 Manguwoharjo, Sleman ini hanya berjarak 5 menit dari Bandara Adi Sucipto dan 15 menit dari pusat Kota Yogyakarta. Dekorasi ruangan-ruangannya yang dipenuhi ukiran khas Jawa semakin menambah kental nuansa budaya dan sejarah dari Kota Yogyakarta. Restorannya yang megah menyediakan berbagai jenis menu mulai dari makanan internasional hingga makanan khas Jawa. Selain itu ada juga taman yang hijau dan luas ditambah dengan kolam renang berbentuk laguna yang menjadi yang terbesar se-Yogyakarta. Bagi tamu yang membawa anak-anak disediakan khusus kolam renang anak dan juga arena outbound untuk bermain.

Untuk objek wisata, ada Museum Dirgantara Mandala atau biasa dikenal dengan Museum Dirgantara Jogja yang letaknya tidak jauh dari hotel. Bangunan museum yang awalnya adalah pabrik gula ini direhabilitasi dan diresmikan sebagai museum pada 29 Juli 1984. Museum ini berisi berbagai pesawat yang berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ada total 38 koleksi pesawat dari berbagai jenis yang dipamerkan, diantaranya pesawat sipil, pesawat angkut militer, hingga pesawat tempur. Ada beberapa pesawat legendaris seperti pesawat Dakota VT-CLA, pesawat Guntei, dan pesawat Mustang.

Selain pesawat, masih ada juga beragam koleksi bersejarah lainnya yang ambil andil dalam sejarah TNI Angkatan Udara. Diantaranya ada berbagai koleksi foto, lukisan, pakaian dinas, senjata api, dll. Salah satu koleksi yang menarik adalah diorama Satelit Palapa dan pesawat Challenger. Pengunjung yang datang bisa melihat-lihat dan berfoto dengan pesawat-pesawat yang ada. Bahkan ada beberapa pesawat yang boleh dinaiki, sehingga pengunjung juga bisa berfoto bak seorang pilot di dalam pesawat. Tersedia juga wahana simulai menerbangkan pesawat P-51 Mustang yang keren. Museum Dirgantara Mandala ini buka setiap hari dari mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Tiket masuknya cukup murah, hanya perlu membayar 3000 rupiah saja.

Selain berwisata sejarah di museum, ada juga wisata sejarah lain tidak jauh dari hotel, yaitu Candi Sambisari. Walaupun namanya tidak seterkenal Candi Borobudur dan Candi Prambanan, Candi ini menawarkan pemandangan yang unik dan cocok untuk berswafoto. Candi ini letaknya lebih rendah sekitar 6 – 7 meter dari tanah sekitarnya. Sehingga keberadaannya terkesan tersembunyi di bawah tanah. Candi yang terletak di Jl. Candi Sambisari, Kalasan, Sleman ini awalnya ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang petani.

Petani ini sedang mencangkul di sawah miliknya saat tiba-tiba cangkulnya mengenai bagian candi yang keras. Para peneliti pun langsung menggalinya lebih lanjut dan menelitinya. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa Candi Sambisari ini adalah Candi peninggalan kerajaan Mataram Kuno pada abad kesembilan. Candi ini selesai dipugar dan diresmikan pada 23 Maret 1987. Kawasan Candi Sambisari ini memiliki satu candi utama dan beberapa candi pendamping di sekelilingnya. Ada juga relung patung Durga Mahisasiramardini, Ganesha, Agastya, Mahakala, dan Nandiswara. Harga tiket masuknya dipatok 5000 rupiah bagi wisatawan lokal dan 10000 rupiah untuk wisatawan mancanegara. Pengunjung bisa memilih berfoto dan melihat pemandangan candi secara keseluruhan dari atas atau menuruni anak tangga dan melihat candi dari dekat.

Jika masih belum puas dengan dua wisata sejarah di atas, masih ada lagi satu monument yang merupakan ciri khas Kota Yogyakarta. Ya benar sekali, Tugu Jogja. Jaraknya sekitar 4,9 km dari hotel. Monumen berbentuk tugu berusia sekitar 300 tahun ini tepat berada di tengah-tengah persimpangan Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Jendral Soedirman, Jalan A.M Sangaji dan Jalan Diponegoro. Monumen ini berbentuk balok tinggi dengan ujung yang mengerucut dengan puncak runcing. Tiap sisinya dihiasi semacam relief seperti prasasti. Ketinggiannya sekitar 15 m.

Jika ingin bernostalgia memandangi Monumen Tugu Jogja ini, sebaiknya kalian datang pagi-pagi sekitar pukul 5 atau 6, karena di jam-jam itu biasanya belum banyak turis yang datang. Hanya ada beberapa warga lokal yang memulai aktivitasnya. Tersedia bangku di pojok Jalan Pangeran Mangkubumi yang menghadap langsung ke arah Monumen Tugu.

Berwisata ke Kota Yogyakarta tentu belum afdol kalau belum ke Jalan Malioboro yang terkenal, letaknya tidak jauh dari Monumen Tugu Jogja. Suasana Kota Yogyakarta yang kental bisa kalian rasakan saat datang ke sini. Kalian bisa memilih untuk datang di pagi, siang, sore, ataupun malam hari. Di pagi hari kalian bisa datang untuk mencari sarapan di sekitar jalan Malioboro, ada banyak kedai makanan di pinggir jalan yang menjual makanan khas Yogyakarta. Di siang dan sore hari cocok untuk yang ingin berbelanja dengan santai tanpa perlu berdesak-desakan, karena biasanya suasana masih cukup sepi. Puncaknya adalah di malam hari saat semua toko buka dan ditambah dengan berbagai kendaraan yang memadati jalan.

baca juga

Ada banyak toko oleh-oleh yang menjual berbagai jenis cendera mata dan kerajinan khas Yogyakarta. Ada juga lebih dari seribu pedagang kaki lima di sepanjang jalan yang menjual makanan, minuman, atau beberapa jenis oleh-oleh juga. Pengunjung hanya tinggal datang membawa dompet dan jangan lupa juga siapkan kemampuan menawar kalian. Karena banyaknya penjual yang ada, terkadang ada beberapa yang menjual barang yang sama. Setelahnya hanya tinggal pintar-pintarnya pembeli saja mencari dan menawar barang yang paling murah.

Walaupun sesuai namanya, tempat wisata ini hanyalah berupa jalan yang dikondisikan untuk para turis, tempat ini selalu ramai dipenuhi orang. Bagi yang lelah berjalan menyusuri Malioboro dari ujung ke ujung, disediakan beberapa bangku-bangku instragammable di sepanjang jalan dan juga ada tukang becak motor ataupun delman yang bisa menjadi pilihan saat kaki mulai lelah. Selain berwisata belanja, di sekitar Jalan Malioboro juga ada beberapa objek wisata lain yang bisa dikunjungi seperti, Benteng Vredeburg, Taman Pintar, Museum Sonobudoyo, Museum Kereta, dan Keraton Yogyakarta.

Jika kalian tertarik untuk berwisata belanja dan menikmati beberapa peninggalan sejarah yang indah dan terawat, Kota Yogyakarta bisa menjadi pilihannya. Dan dengan menginap di The Jayakarta Hotel Yogyakarta, pengalaman berlibur kalian akan semakin lengkap. Dengan kamar yang bersih beserta fasilitas yang lengkap dan pelayanan yang ramah, dijamin liburan kali ini akan menjadi liburan yang menyenangkan dan tidak terlupakan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!