The Jayakarta SP Jakarta Hotel & Spa, Hotel Bisnis di Kawasan Nostalgia Jakarta

https://www.zowhy.com.com/ – Hotel bisnis bintang 4 ini memiliki total 334 kamar dengan berbagai kategori, termasuk kategori Eksekutif yang menyediakan lounge bisnis pribadi. Selain itu ada juga ballroom, ruang konferensi, dan beberapa ruang rapat lain untuk keperluan perjamuan dan rapat para tamu. The Jayakarta SP Jakarta Hotel & Spa terletak secara strategis di kawasan pusat bisnis Jakarta. Ditambah juga dengan kawasan penuh sejarah, Kota Tua, yang mengitarinya, membuat nuansa nostalgia di hotel ini semakin kental.

Walaupun berkonsep hotel bisnis, The Jayakarta SP Jakarta Hotel & Spa juga menawarkan berbagai fasilitas untuk keperluan hiburan dan bersantai para tamu, sehingga hotel ini cocok untuk bagi kalian yang mencari tempat beristirahat dengan suasana baru yang menyegarkan. Hotel yang terletak di Jl. Hayam Wuruk No. 126 Jakarta Barat ini jaraknya tidak terlalu jauh dengan objek wisata Dunia Fantasi (Dufan) dan Taman Impian Jaya Ancol. Dua pusat perbelanjaan yang terkenal, ITC Mangga Dua dan Pasar Baru juga jaraknya cukup dekat, sehingga memudahkan bagi para tamu yang ingin berwisata belanja dan kuliner. Selain itu kawasan Kota Tua juga banyak memiliki objek wisata yang bisa dikunjungi oleh para wisatawan.

Kawasan Kota Tua Jakarta cocok bagi kalian yang bosan dengan dunia modern dan ingin mencari suasana baru. Begitu memasuki Kawasan Kota Tua, kalian akan merasa seperti berada di kota yang berbeda. Berbagai bangunan kuno dan sepeda ontel yang berlalu lalang semakin menambah nuansa kuno di daerah ini. Salah satu daya tarik wisata di kawasan Kota Tua ini adalah adanya berbagai jenis museum yang menawarkan banyak benda-benda peninggalan sejarah Indonesia.

Ada Museum Fatahillah yang merupakan ikon utama dan paling terkenal dari kawasan Kota Tua. Museum ini terbagi menjadi 3 lantai. Di lantai 1, ada beberapa barang peninggalan VOC, barang kerajinan, prasasti, dan juga barang-barang hasil penemuan para arkeolog. Selain itu ada juga sudut untuk memajang peninggalan khas kebudayaan Betawi, termasuk replika dapur dan rumah Betawi. Di lantai satu ini para pengunjung akan dapat merasakan nuansa kuno yang kental.

Lanjut ke lantai dua ada barang-barang peninggalan Belanda, mulai dari berbagai jenis perabotan hingga beberapa lukisan masa kolonial. Ada lukisan foto para Gubernur Jenderal VOC yang pernah menjabat dari tahun 1602 – 1942. Dari lantai dua ini kalian juga bisa melihat pemandangan alun-alun di depan museum dari jendela besar. Setelahnya, kalian bisa melanjutkan ke ruang bawah tanah yang merupakan bekas penjara pada jaman penjajahan Belanda. Ada 5 ruangan sempit yang dulu digunakan untuk mengurung para tahanan. Keseluruhan ruang pameran di Museum Fatahillah ada 6 ruang, yaitu Ruang Jayakarta, Ruang M.H.Thamrin, Ruang Sultan Agung, Ruang Fatahillah, Ruang Tarumanegara, dan Ruang Prasejarah Jakarta. Pembagian ruang tersebut tergantung pada jenis koleksi benda di dalamnya.

Museum dibuka pukul 9 pagi hingga jam 3 sore. Di depan Museum Fatahillah ini ada tanah lapang atau alun-alun yang cukup luas. Biasanya dipenuhi oleh penjual makanan ringan atau penjual souvenir. Ada juga penyewaaan sepeda ontel jadul dengan harga terjangkau. Biasanya wisatawan juga akan ditawari topi jadul sebagai pelengkap.

Lalu ada Museum Bank Indonesia. Bangunan putihnya yang megah dan luas pasti tidak akan terlewatkan saat sedang berjalan-jalan di kawasan Kota Tua. Tiket untuk memasuki museum ini hanya 5000 rupiah, dan museum buka dari jam 8 pagi sampai setengah 4 sore setiap hari. Di dalamnya pengunjung bisa melihat sejarah uang dan perbankan di Indonesia. Bangunan Museum Bank Indonesia ini memang sengaja dipertahankan bentuk arsitekturnya yang khas Belanda. Pilar-pilarnya yang tinggi dan lantainya yang masih menggunakan ubin jaman dulu semakin meningkatkan nuansa nostalgia bagi setiap pengunjungnya.

Gedung ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah, dan dibuka untuk umum. Di dalamnya pengunjung bisa belajar mengenai berbagai sejarah keuangan di Indonesia. Selain itu ada juga sejarah pergerakan Bank Indonesia. Di Museum Bank Indonesia ini pengunjung bisa melihat sejarah uang yang digunakan di Indonesia. Ada berbagai jenis uang kertas dan uang logam yang dipamerkan, lengkap beserta tahun cetak dan tahun edarnya. Ada uang kertas Emisi I yang pertama digunakan, uang kertas pecahan 1 sen, hingga ada uang logam 1 sen dengan bentuknya yang unik dengan lubang di tengah. Ada juga beberapa uang cetakan khusus yang indah.

Ada berbagai program yang dijalankan Museum Bank Indonesia untuk menarik minat para wisatawan lokal dan mancanegara. Ada program jelajah museum yang menyediakan tur keliling museum lengkap dengan pemandu yang akan menjelaskan setiap koleksi museum. Ada program diskusi, seminar, atau talk show di mana biasanya pihak museum akan mengundang pembicara untuk membahas topik tertentu. Lalu ada juga program pameran yang biasanya diselenggarakan untuk memperingati hari-hari besar nasional.

Selain Museum Fatahillah dan Museum Bank Indonesia, di kawasan Kota Tua ada juga Museum Wayang. Museum ini buka dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore, dengan harga tiket masuk sebesar 5000 rupiah. Seperti namanya, museum ini memamerkan berbagai koleksi wayang dari berbagai jenis.

Seperti yang kita tahu, wayang merupakan warisan kebudayaan Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan. Selain di Jakarta, ada banyak museum-museum wayang lain yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Ada Musem Kekayon di Yogyakarta, Museum Wayang Wuryantoro di Wonogiri, Museum Wayang Sasana Guna Rasa di Magelang, dll. Beberapa museum tersebut memiliki beragam koleksi wayang dari daerahnya masing-masing.

Total koleksi di Museum Wayang Jakarta bisa mencapai 5500 buah. Ada berbagai wayang yang dipamerkan di museum ini, diantaranya ada wayang golek Gatot Kaca dan permaisurinya, Pergiwa, ada Hanoman, Gatotkaca, dan Rahwana, dan ada juga wayang golek Rama dan Shinta yang sedang bercengkerama dengan burung garuda.

Bukan hanya koleksi wayang, di museum ini juga ada prasasti-prasasti yang merupakan bekas makam pejabat Belanda. Semua prasasti ini ditulis dalam Bahasa Belanda. Untuk menghilangkan nuansa seram, dibangun sebuah taman yang ditanami berbagai jenis tumbuhan. Ada juga koleksi boneka-boneka seram seperti boneka tanpa badan dari Sumatera Utara dan juga boneka berwajah hitam dengan tatapan mata yang tajam. Bagi kalian penggemar televisi tahun 80 dan 90-an pasti akrab dengan Unyil dan kawan-kawannya. Nah, di Museum Wayang ini kalian juga dapat melihat koleksi lengkap boneka tokoh-tokoh yang pernah muncul di serial Unyil. Ada Pak ogah, Mei-mei, Pak Raden, dll.

baca juga

Jika kalian tertarik untuk berwisata sejarah mengunjungi Museum Fatahillah. Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, dan berbagai Museum lain di kawasan Kota Tua, sebaiknya kalian mencari hotel yang letaknya tidak jauh. The Jayakarta SP Jakarta Hotel & Spa cocok untuk kalian jadikan pilihan, lengkap dengan berbagai fasilitasnya yang keren dan pelayanannya yang ramah, dijamin waktu liburan kalian di Jakarta akan jadi pengalaman liburan yang tak terlupakan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!