Strategi Advertising Online Ala Milenial

zowhy.com – Ada strategi advertising online ala milenial yang mudah dipraktikkan. Nah, bagi Anda yang merupakan kalangan milenial dan memiliki suatu bisnis, strategi advertising berikut ini bisa menjadi referensi terbaik. Oleh karenanya, mari kita simak dengan saksama!

Seperti diketahui, dalam dunia advertising atau periklanan, kita mengenal advertising online dan advertising offline. Kedua jenis advertising ini memiliki perbedaan yang kentara. Karena perbedaan itu-lah, banyak orang (termasuk pebisnis) yang bertanya-tanya, mana jenis advertising yang terbaik untuk mempromosikan bisnis, apakah advertising offline atau advertising online.

Dalam praktiknya, masih banyak pebisnis yang hanya mengandalkan advertising offline untuk mempromosikan bisnisnya. Di sisi lain, tidak sedikit juga pebisnis yang hanya menerapkan advertising online. Pertanyaannya, apakah kedua langkah tersebut efektif untuk mempromosikan bisnis?

Untuk mengetahui semua jawaban dari pertanyaaan di atas, mari kita simak pembahasan di bawah ini. Kami juga akan membagikan strategi advertising online ala milenial yang mudah dilakukan.

Perbedaan Advertising Online dan Offline

Sebelum menuju ke pembahasan strategi advertising online ala milenial, alangkah baiknya Anda mengetahui perbedaan antara advertising online dan offline. Dari perbedaan kedua jenis advertising itu, Anda akan mengetahui berbagai keunggulannya. Simak dengan saksama!

1. Pengertian

Anda tentunya sudah tidak asing lagi dengan kemunculan iklan di Facebook, Instagram, YouTube maupun Google kan! Nah, apa yang Anda lihat adalah contoh dari praktik advertising online.

Di sisi lain, Anda pastinya juga sudah tidak asing lagi dengan keberadaan iklan di media cetak (misalnya: koran dan majalah) dan televisi serta billboard yang ada di pinggir jalan kan! Ini merupakan contoh dari praktik advertising offline.

Dari contoh di atas, kita dapat mengetahui bahwa advertising online merupakan iklan yang terdapat pada ranah digital yang menjadikan pengguna internet sebagai target pasar. Sementara itu, advertising offline adalah iklan yang berada di ranah non-digital yang menjadikan publik di melihat iklan itu sebagai target pasar.

Jika berbicara soal kebutuhan, kedua jenis iklan ini sama-sama dibutuhkan untuk mempromosikan bisnis. Namun ketahuilah, di era serba teknologi ini, banyak umat manusia dari berbagai kalangan dan profesi, termasuk pebisnis yang menjadikan akses internet sebagai kebutuhan.

Oleh karenanya, sebaiknya pebisnis tidak boleh mengabaikan advertising online, di samping mempraktikkan advertising offline (jika dibutuhkan) untuk melakukan promosi bisnisnya. Dengan harapan, bisnis yang dipromosikannya mudah dan cepat dikenal masyarakat secara luas serta produk/jasa yang ditawarkannya digunakan oleh banyak orang.

2. Biaya Advertising

Beralih ke pembahasan biaya advertising. Kira-kira berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk memasang iklan online dan offline?

Perlu Anda ketahui, biaya advertising online lebih terjangkau dibandingkan advertising offline. Sebagai contoh, Anda memasang iklan di Facebook, Instagram, YouTube maupun Google tidak akan semahal memasang iklan di televisi dan billboard. Apalagi jika Anda membutuhkan artis atau influencer untuk mempromosikan bisnis Anda. Ini akan membuat bujet yang dikeluarkan menjadi lebih banyak.

3. Jangkauan

Advertising online memiliki jangkauan yang lebih luas. Ya, Anda bisa mempromosikan bisnis seantero Indonesia bahkan luar negeri dengan mudah ‘hanya’ melalui advertising online.

Ini berbeda dengan advertising offline yang jangkauannya lebih sempit. Sebab, hanya orang yang melihatnya yang mengetahui iklan tersebut. Misalnya, pemasangan iklan billboard mungkin hanya diketahui masyarakat yang ada di daerah itu saja. Sementara, masyarakat di daerah lain tidak akan mengetahui keberadaan iklan itu

Dari ketiga perbedaan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa advertising online lebih efektif daripada advertising offline dalam mempromosikan bisnis. Anda tentunya sering mendengar kisah sukses para pebisnis yang hanya mengandalkan sistem online kan? Nah, mereka adalah bukti bahwa kesuksesan dalam membangun dan mengembangkan bisnis bisa hanya dengan melakukan advertising online.

Namun, sekali lagi, jika memang bisnis Anda membutuhkan advertising offline, maka lakukanlah itu. Akan tetapi, Anda tidak boleh mengabaikan pentingnya mempraktikkan advertising online. Oleh karenanya, ada baiknya Anda menerapkan kedua jenis advertising itu untuk mempromosikan bisnis Anda.

Advertising Online

Strategi Advertising Online Ala Milenial

Anda sudah mengetahui pentingnya mempraktikkan advertising online melalui penjelasan di atas. Sekarang saatnya Anda mempelajari strategi advertising online ala milenial. Mari simak dengan saksama!

1. Pilih Brand yang Mudah Dikenal

Sebelum melangkah lebih jauh, Anda harus menentukan nama brand dari produk/jasa yang ditawarkan melalui bisnis Anda. Perlu diingat! Pemilihan nama brand suatu bisnis tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Nama brand yang baik adalah yang mudah dikenal dan diingat konsumen. Oleh karena itu, sebaiknya Anda membuat nama brand yang tidak terlalu panjang.

Selain itu, nama brand haruslah unik. Ini juga merupakan bagian dari tips agar brand bisnis Anda mudah dikenal dan diingat konsumen. Coba lihat! Berbagai jenis minuman kekinian yang memiliki nama brand unik, salah satunya Kopi Janji Jiwa. Anda, pastinya, sudah tahu dong betapa viralnya minuman kekinian itu hingga hari ini.

2. Buat Foto yang Bagus dan Menarik

Advertising online membutuhkan foto untuk menjelaskan produk/jasa yang Anda tawarkan. Oleh karenanya, penting untuk membuat foto yang bagus dan menarik agar siapa saja yang melihatnya ‘kepincut’ untuk menggunakan produk/jasa yang Anda tawarkan.

Jika perlu, Anda bisa menggunakan jasa foto produk yang profesional. Mereka mengetahui bagaimana cara mengambil dan membuat foto yang bagus dan ‘menjual’. Lebih lanjut, mereka juga mengetahui cara editing foto secara profesional agar semakin menarik perhatian calon konsumen.

3. Promosikan di Media Sosial dan Website

Kalangan milenial identik dengan penggunaan media sosial dalam sehari-hari. Oleh karenanya, sangat penting bagi pebisnis untuk mempraktikkan advertising online di media sosial seperti Facebook dan Instagram.

Lebih lanjut, Anda sebaiknya membuat website khusus untuk mempromosikan produk/jasa yang Anda tawarkan. Ini juga penting dilakukan karena Facebook dan Instagram memiliki keterbatasan dalam hal periklanan. Nah, Anda bisa memberikan link pada iklan yang dipasang di Facebook dan Instagram yang mengarahkan netizen ke website Anda. Di dalam website itu, jelaskan produk/jasa yang Anda tawarkan secara detail dan jelas.

baca juga

4. Beri Diskon Spesial

Salah satu strategi yang masih banyak digunakan pebisnis untuk meningkatkan konsumen adalah memberikan diskon spesial. Anda bisa memberikan diskon ini pada hari-hari spesial, seperti hari ulang tahun bisnis Anda, hari belanja online nasional (harbolnas), hari raya dan lain sebagainya.

Namun, pastikan diskon yang berikan tidak merugikan bisnis Anda. Dengan kata lain, Anda tidak mendapatkan keuntungan sama sekali karena penerapan diskon itu.

Itulah strategi advertising online ala milenial yang mudah dilakukan. Dari pembahasan di atas, kita dapat mengambil pelajaran bahwa penerapan advertising online sangat penting dilakukan untuk mendongkrak ‘performa’ suatu bisnis. Sangat mungkin, bisnis bisa dengan mudah dan cepat berkembang berkat penerapan advertising online. Selamat mencoba!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!