Zowhy – Startup Evermos – Evermos merupakan salah satu startup di Indonesia yang bergerak di sektor perdagangan elektronik sosial atau sosial commerce.

Evermos merupakan aplikasi yang menjembatani pedagang atau reseller dengan pemilik produk yang nantinya akan dijual lagi kepada para konsumen atau biasa disebut sebagai platform reseller. Lalu, bagaimana sejarah berdirinya Evermos ini? Simak penjelasannya lebih lanjut di bawah ini.

Startup Evermos Berawal dari Ketimpangan Jalur Penjualan Produk UKM

Evermos atau PT. Setiap Hari Dipakai didirikan pada November 2018 oleh Arip Tirta, Iqbal Muslimin, Ghufron Mustaqim (co-founder), dan Ilham Taufiq. Mereka melihat bahwa ada ketimpangan jalur penjualan produk UKM dan UMKM.

Ketimpangan tersebut terjadi di kota-kota kecil dan hal itu menyebabkan konsumen kesulitan untuk mendapatkan akses produk secara merata.

Selain itu, mereka juga melihat bahwa ada beberapa individu yang berpotensi sebagai wirausahawan lokal akan tetapi terhambat karena sulitnya mendapatkan produk untuk dijual.

Awalnya, Evermos merupakan platform untuk mengumpulkan para individu yang memiliki potensi berwirausaha untuk menjadi reseller.

Seiring berjalannya waktu Evermos berkembang menjadi sebuah ekosistem social commerce yang mana menghadirkan produk-produk dari UMKM.

Selain itu, Evermos juga merupakan sebuah wadah komunitas bagi para pedagang. Evermos juga menyediakan sistem edukasi untuk pelatihan bisnis bagi UMKM, individual, koperasi, dan juga desa.

Saat ini, Evermos menggandeng salah satu pemilik produk muslim dan menjalankannya sesuai dengan syariat islam. Semua ekosistemnya menerapkan syariat islam. Seperti pakaian syari, makanan-makanan halal, halal travel, ziswaf, dan teknologi finansial syariah.

Startup Evermos

Startup Evermos tidak memerlukan pengecer/reseller untuk membeli inventaris. Sebagai gantinya, pengecer memasarkan barang-barang yang diambil dari katalog Evermos ke lingkaran sosial mereka, termasuk keluarga, teman, dan tetangga, melalui WhatsApp, Facebook, dan aplikasi lainnya.

Pengecer/reseller memiliki halaman arahan online yang dibuat di aplikasi Evermos dan dapat mengirim tautan tentang produk ke pelanggan, tetapi Mustaqim mengatakan sebagian besar penjualan terjadi melalui obrolan.

Startup Evermos menangani inventaris, logistik, dan dukungan pelanggan. Seperti banyak startup social commerce lainnya di Indonesia, termasuk Super, KitaBeli dan ChiliBeli, Evermos berfokus pada kota-kota kecil, di mana penetrasi e-commerce lebih rendah karena faktor-faktor seperti biaya pengiriman yang lebih tinggi.

Untuk menekan biaya pengiriman, pengecer Evermos sering mengelompokkan pesanan pelanggan mereka ke dalam kelompok.

Produk biasanya dikirim kepada mereka dari gudang merek sendiri melalui penyedia logistik pihak ketiga, tetapi Evermos saat ini sedang membangun analitik inventaris dan jaringan gudang untuk menyimpan produk lebih dekat ke pengecer.

Dari Jungle Ventures Untuk Evermos

Pada tahun 2019, Evermos mendapatkan pendanaan seri a dari modal ventura. Beberapa investor yang terlibat adalah Shunwei Capital, Alpha JWC, dan Jungle Ventures.

Baru-baru ini, Startup Evermos mendapatkan pendanaan seri B yakni sebesar US$ 30 juta atau setara dengan Rp 426 miliar. Pemimpin dalam pendanaan ini adalah UOB Venture Management yang melalui Asia Impact Investment Fund II yang berbasis di Singapura.

Selain itu, investor lain yang terlibat dalam pendanaan ini adalah IFC, Telkomsel Mitra Innovation (TMI), MDI Ventures, dan Future Shape.

Dana tersebut akan digunakan untuk perekrutan, peningkatan mesin rekomendasi Evermos dan teknologi berbasis AI lainnya, dan memasuki wilayah baru di Indonesia.

Perusahaan mengatakan saat ini memiliki 100.000 reseller aktif di lebih dari 500 kota Tier 2 dan Tier 3, sebagian besar di Jawa. Tujuannya adalah untuk menjangkau lebih dari satu juta reseller di seluruh Indonesia selama lima tahun ke depan.

Startup Evermos

Panduan Reseller Dari Evermos

Startup Evermos memiliki versi website dan aplikasi yang bisa di akses di Android. Keunggulan keduanya hampir sama. Keunggulan yang pertama yang bisa ditemui di website adalah Evermos menyediakan panduan reseller.

Tentunya ini adalah hal yang menarik dan sangat informatif bagi para reseller baru yang akan bergabung dan mendaftar di Evermos.

Isi dari panduan reseller itu ialah berupa artikel seperti contohnya bagaimana cara menggunakan Whatsapp Bisnis untuk berjualan, lalu bagaimana cara menghitung laba bersih dan rumus hitungan yang benar, dan masih banyak lagi artikel perihal reseller lainnya.

Keunggulan yang kedua adalah Evermos menyediakan fitur promo yang bisa diakses oleh siapa saja.

Fitur promo tersebut tidak hanya dari 1 produk saja, namun dari berbagai macam produk lokal. Selain itu juga tertera tanggal berlaku promo dan berapa harga promo yang ditawarkan.

Keunggulan ketiga dari Evermos adalah menawarkan fitur reseller premium. Reseller premium ini berbeda dengan reseller biasa.

Untuk bergabung menjadi reseller premium, para calon reseller harus mendaftar ulang di website Evermos. Berikut adalah beberapa keuntungan menjadi reseller premium di Evermos:

  • Bisa menggunakan fitur COD
  • Bisa mendapatkan komisi referral yakni mengajak orang lain menjadi reseller di Evermos. Komisi yang didaptkan bisa mencapai rp 50.000 per orang.
  • Kupon diskon yang berlimpah
  • Mendapatkan poin belanja hingga 3x lipat
  • Mendapatkan buku panduan reseller
  • Mendapatkan voucher belanja di Evermos dengan total Rp 300.000 yang berlaku 4 bulan sejak bergabung.
  • Mendapatkan goodie bag spesial evermos yang isinya berupa buku catatan berukuran A5 dan bolpoin.

Selain itu, keunggulan Evermos adalah bagi para reseller premium, mereka bisa mendaftarkan diri untuk mengikuti Evermos Affiliates Program. Program ini dapat dilihat secara rinci di website resmi Evermos.

Startup Evermos

Evermos di Forbes Asia 100 Watch Company

Startup Evermos merupakan salah satu startup di bidang perdagangan yang sukses mendapatkan beberapa penghargaan, berikut adalah listnya:

  • Tahun 2020: Majalah Mix Marketing – The Best Creating Shared Value
  • Tahun 2020 – World Economic Forum – Global Innovator
  • Tahun 2021 – Forbes Asia – Forbes Asia 100 to Watch Company

Pada tahun 2019, Evermos mendapatkan 20,000 reseller. Dilansir dari beberapa media, Evermos mendapatkan jumlah reseller yang tinggi selama pandemi Covid-19 yakni naik sekitar 20%. Evermos juga mengklaim bahwa rata-rata mereka mendapatkan Rp. 2,5 juta per bulannya.

Di sisi pasokan, Evermos bekerja dengan lebih dari 500 merek, terutama usaha kecil Indonesia, dan menjual fashion, produk kesehatan dan kecantikan halal, serta makanan dan minuman. Total volume transaksi telah meningkat lebih dari 60 kali selama dua tahun terakhir.

Sejauh ini, Evermos berfokus terutama di Jawa, tetapi berencana untuk memperluas ke wilayah lain di Indonesia.

Strateginya untuk menjangkau satu juta pengecer dalam lima tahun termasuk menjalankan iklan dan program di mana pengecer mendapatkan komisi satu kali untuk merujuk penjual baru ke platform.

baca juga

    Info Kontak Evermos

    Head office Evermos berada di Jl. Sindang Sirna No. 38, Gegerkalong, Kec. Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat, 40153.

    List Website dan Media Sosial Evermos

    Startup Evermos memiliki website, aplikasi, dan juga media sosial yang bisa Anda kunjungi, berikut adalah list nya:

    • Instagram: https://www.instagram.com/evermos_id/
    • Facebook: https://web.facebook.com/evermos.id/?_rdc=1&_rdr
    • LinkedIn: https://www.linkedin.com/company/evermos/
    • Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCCauMOh2f4Zgcbdgd7mLLqQ
    • Whatsapp: (+62) 81906101000

    Link Aplikasi Evermos

    Saat ini, Evermos hanya tersedia di Google Play yakni di Android. Untuk aplikasi di AppStore (iOS) masih tertera coming soon. Berikut adalah link aplikasinya:

    • Google Play (Android): https://play.google.com/store/apps/details?id=evermos.evermos.com.evermos
    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You May Also Like

    Start Up Sampingan

    Zowhy – Start Up Sampingan , Data terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) menunjukkan adanya 29,4…