Pengertian Periode Aufklarung di Jerman

Pernah mendengar istilah Aufklarung sebelumnya? Mungkin bagi sebagian orang kata ini belum terlalu familiar. Aufklarung adalah suatu periode atau zaman yang merupakan kelanjutan dari zaman Renaissance.

Peristiwa Aufklärung merupakan masa pendewasaan yang membawa pencerahan bagi penduduk Eropa. Masa ini sangat memberi pengaruh besar pada tatanan sejarah masyarakat dunia. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan di bawah ini ya!

Baca juga: Kupas Tuntas Jurusan Econometrics di University of Amsterdam

Arti Aufklarung

Aufklarung adalah kata Jerman yang berpadanan dengan kata Inggris enlightenment yang berarti pencerahan, penerangan. Aufklarung adalah suatu masa Aufklarung adalah suatu gerakan besar di Eropa yang terjadi pada abad ke-18 M yang memberikan kedudukan luar biasa terhadap akal dan budi manusia.

Masa Aufklarung merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan aliran utama pemikiran abad ke-18 di Eropa dan Amerika. Pada masa pencerahan, pendekatan berdasarkan rasio dan ilmu pengetahuan terhadap agama, sosial, ekonomi dan plitik menjadi tren di masyarakat, sehinga hal ini menghasilkan pandanganan yang bersifat duniawi atau sekuler.

Pandangan ini kemudian membangun opini umum tentang kemajuan dan kesempurnaan di berbagai bidang. Semua ini tidak terlepas dari pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan intelektual yang sangat menjunjung tinggi prinsip universal dan kepercayaan terhadap hukum alam, dimana perkembangan itu pun menumbuhkan rasa kepercayaan terhadap akal manusia.

Tahukah kamu, periode Aufklarung telah membawa banyak perubahan pada pola pikir masyarakat di dunia. Banyak negara di Eropa yang sudah mengadopsi periode Aufklarung seperti Jerman, Perancis, dan Inggris. Periode Aufklarung ada 8 macam, diantarannya adalah rasionalisme, empirisme, kantinianisme, idealisme, positivisme, pragmatisme, fenomenologi, eksistensialisme.

Para Perintis Peristiwa Aufklarung di Jerman

Rasionalitas

Secara umum, rasionalisme merupakan pendekatan filosofis yang menekankan aka budi atau rasio sebagai sumber utama pengetahuan. Hampir semua ahli yang muncul pada masa ini adalah ahli matematika. Seperti Descartes, Spinoza, dan Leibniz.

Empirisme

Aliran pemikiran ini adalah lawan dari rasionalisme yang menganggap bahwa sumber pengetahuan harus dicari dalam pengalaman. Pengalaman inderawi menurut mereka merupakan saru-satunya
sumber pengetahuan, bukan akal. Aliran ini diawali oleh Francis Bacon (1561-1626) yang memberi penekanan pada pengalaman sebagai sumber pengenalan. Aliran ini kemudian dikembangkan oleh
Thomas Hobbes (1588-1679), John Locke (1632-1704) dan D. Hume (1711-1776).

Jika menggunakan bahasa sederhana, aliran ini mencoba menggabungkan dua aliran yaitu rasionalisme dan empirisme. Tokoh yang terkenal dari aliran ini adalah Immanuel kant. Menurut Kant, pengetahuan adalah kerja sama dua unsur, yaitu pengalaman dan kearifan akal budi.

Menurut aliran ini pengetahuan deduktif dapat diperoleh manusia dengan akalnya. Beberapa tokoh dalam aliran ini adalah J.G. Fitche (1762-1914), F.W.S. Schelling (1775-1854), dan F. Hegel (1770-1831).

Aliran ini hanya menyempurnakan aliran empirisme dan rasionalisme. Pada dasarnya aliran ini sama dengan empirisme dan rasionalisme, hanya perbedaan nya empirisme menerima pengalaman batin
sedangkan positivisme membatasi pada pengalaman objektif saja. Pelopor utama aliran ini adalah Auguste Comte (1798-1857).

Pragmatisme

Pragmatisme adalah aliran pemikiran yang memandang bahwa benar tidaknya suatu ucapan, dalil, atau teori, semata-mata bergantung kepada manfaatnya dalam kehidupan. Salah satu tokohnya adalah
William James (1842-1910). Dalam bukunya The Meaning of Truth, ia mengatakan tidak ada kebenaran mutlak, berlaku umum dan berdiri lepas dari akal.

Fenomenologi

Fenomenologi adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Ilmu ini berhubungan dengan hermeneutik yaitu ilmu yang mempelajari arti dari fenomena ini. Ahli fenomenologi yang pertama adalah Edmund Husserl (1859-1938). Tulisan Husserl yang menarik adalah Logical Investigation (1900-1901), Idea for a Pure Phemenology (1913) dan Corestian Meditations (1929).

Eksistensialisme

Eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang memandang gejala dengan berdasar pada eksistensinya. Menurut aliran ini bagaimana manusia berada (bereksistensi) dalam dunia. Pusat
perhatian aliran ini adalah situasi manusia. Istilah Eksistensialisme dikemukakan oleh ahli filsafat Jerman Martin Heidegger (1889-1976).

Dampak Aufklarung

Pengaruh aufklarung sangat dirasakan pada perkembangan teknologi dan pemikiran abad modern. Selain itu, masa aufklarung juga menghasilkan beberapa filsafat penting yang masih diadopsi sampai saat ini dalam berbagai ilmu pengehuan. Secara garis besar pengaruh Aufklarung bagi dunai terbagi
menjadi dua yaitu pengaruh dibidang pemikiran dan teknologi.

Dibidang pemikiran, munculnya zaman aufklarung telah menyebabkan berkembangnya paham liberalisme dan nasionalisme. Aufklarung mengedepankan dan memaksimalkan kemampuan akal manusia, kemudian mendorong munculnya berbagai ideologi baru. Sedangkan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, mulai bermunculan penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang berhasil merevolusi bidang iptek di Eropa dan bermanfaat sampai saat ini.

Begitulah kira-kira pembahasan tentang Aufklaring yang berpengaruh pada tatanan masyarakat di Jerman, Eropa dan dunia kala itu. Semoga bermanfaat ya!

Pembahasan tentang sejarah memang selalu seru dan tidak ada habisnya, terlebih tentang Jerman dan seluk beluknya. Seperti periode Aufklaring ini, kita bisa belajar banyak hal tentang pola pikir yang terbentuk oleh para pakar terdahulu. Tertarik mempelajari bahasa Jerman lebih serius? Kamu harus ikut kelas bahasa Jerman di zowhy!

Baca juga: Kursus Bahasa Jerman

Referensi:

Sejarah XI. 2019. Direktorat Pembinaan SMA- Kementerian Pendidikan Kebudayaan.

error: Content is protected !!