Mengapa Harus Ambil Ujian JLPT?

zowhy.com– JLPT merupakan singkatan dari Japanese Language Proficiency Test dan merupakan ujian standard yang mengukur kemampuan berbahasa Jepang bagi non-native speaker.

JLPT terdiri dari 5 level yang bisa diambil, dengan level termudah adalah N5 dan yang tersulit adalah N1.

Semua level ujian dalam JLPT meliputi kemampuan listening dan reading, dan tidak mengandung materi speaking dan writing.

Di Jepang sendiri, JLPT dilaksanakan dua kali setahun. Untuk di luar Jepang, JLPT bisa dilaksanakan satu atau dua kali dalam setahun.

Bagi warga di luar Jepang yang ingin mengambil ujian JLPT ini, harus melakukan persiapan minimal 6 bulan sebelum tes karena ada proses registrasi yang perlu dilakukan. Selain itu, di luar Jepang hasil baru bisa didapatkan sekitar 3 bulan setelah mengikuti tes.

Saya butuh JLPT

Jika anda akan bekerja di Jepang atau melakukan sesuatu yang membutuhkan kemampuan berbahasa Jepang, maka anda disarankan mengambil ujian JLPT. Untuk levelnya, yang paling tinggi adalah N1, tapi terkadang beberapa pekerjaan juga menerima sertifikat level N2.

Bagi anda yang akan melanjutkan pendidikan di Jepang, baik S1 maupun S2, juga disarankan untuk mengambil ujian JLPT setidaknya tingkat N5. Karena sekarang ada program atau tes lain yang khusus menguji kemampuan berbahasa Jepang bagi calon mahasiswa, ujian JLPT sudah tidak terlalu diperlukan.

JLPT

Saya tidak terlalu butuh JLPT

Jika anda tidak butuh sertifikat yang membuktikan kemampuan berbahasa Jepang anda, maka besar kemungkinan anda tidak terlalu perlu mengikuti ujian JPLT. Banyak orang yang seperti ini mengeluh karena harus mempelajari banyak hal untuk ujian, padahal tidak terlalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

JLPT sebenarnya tidak bisa menjadi tolak ukur kemahiran seseorang dalam berbahasa Jepang. JLPT sama sekali tidak mengajarkan speaking, dan untuk writing juga tidak digali terlalu dalam. Jadi jika anda hanya ingin berbicara Bahasa Jepang, tanpa anda alasan khusus, sepertinya anda tidak terlalu butuh mengikuti JLPT.

Karena struktur tesnya yang seperti itu, bahkan yang sudah lulus ujian N1 pun belum bisa dianggap fluent dalam Bahasa Jepang. Banyak orang yang lulus sertifikasi JLPT tapi akhirnya hanya bisa membaca tapi kesulitan berbicara dan menulis dalam Bahasa Jepang.

Tapi ini bukan berarti ujian level N1 mudah, hanya saja anda harus lebih bisa menyadari fungsinya yang sebagai bukti untuk mendaftar pekerjaan dan sekolah.

Intinya adalah, jika anda tidak membutuhkan JLPT untuk melamar pekerjaan atau mendaftar di universitas di Jepang, anda tidak perlu mengambilnya. Tapi banyak orang yang tetap ingin mengambil JLPT sebagai ajang pembuktian diri dan tolak ukur perkembangan mereka dalam mempelajari Bahasa Jepang.

Banyak orang juga yang merasa tingkatan level dalam JLPT membantu mereka tetap fokus dan termotivasi dalam belajar materi-materi seperti vocabulary, grammar, dan kanji yang diperlukan untuk lulus tes. Bagi beberapa orang, mengikuti JLPT juga bisa membantu membuka peluang kerja dan menambah teman baru. Jadi, tidak ada salahnya mengambil JLPT.

Karakteristik JLPT

Mengukur kompetensi untuk melakukan sesuatu

JLPT tidak hanya mengujikan tentang pengetahuan seputar vocabulary dan grammar dalam Bahasa Jepang, tapi juga kemampuan menggunakan pengetahuan tersebut dalam berkomunikasi secara langsung. Karena itulah, JLPT juga mengujikan reading dan listening yang berhubungan dengan teknik penggunaan Bahasa Jepang untuk keperluan berkomunikasi.

Karena banyaknya peserta tes JLPT dari seluruh penjuru dunia, jawaban peserta akan dinilai menggunakan mesin. Sehingga JLPT sengaja tidak memasukkan materi speaking dan writing secara langsung.

Pilih level yang sesuai di antara lima level yang tersedia

JLPT memiliki lima level atau tingkatan yang bisa diambil, yaitu N1, N2, N3, N4, dan N5. Supaya bisa mengukur kemampuan berbahasa Jepang dengan baik, masing-masing levelnya memiliki materi tersendiri yang diujikan.

N4 dan N5 mengujikan pemahaman dasar-dasar Bahasa Jepang yang banyak dipelajari secara formal, baik di kelas ataupun di lembaga kursus Bahasa Jepang. N1 dan N2 mengujikan pemahaman Bahasa Jepang yang digunakan untuk berbagai keperluan dalam kehidupan sehari-hari. Sementara N3 menjembatani materi antara N4/N5 dengan N1/N2.

Mengukur tingkat kemahiran berbahasa Jepang dengan lebih akurat berdasarkan skala nilai

Walaupun mengusahakan bentuk ujian yang konsisten, terkadang tidak bisa dipungkiri bahwa level kesulitan ujian bisa saja berbeda-beda tergantung sesi yang dipilih. Inilah sebabnya menggunakan nilai asli yang didapat dari jumlah jawaban benar bisa saja tidak mencerminkan kemampuan asli peserta.

Hal tersebut sudah berhasil diatasi oleh JLPT dengan menggunakan sistem skala nilai. Skala ini didasarkan pada metode persamaan dan pengukuran menggunakan skala yang sama tidak tergantung pada waktu mengikuti ujian.

Dengan sistem skala nilai ini JLPT bisa lebih adil dan akurat dalam menjadi indikasi kemampuan berbahasa Jepang.

baca juga

Ada “JLPT Can-do Self-Evaluation List”

Hasil tes atau keterangan lulus atau tidak tidak bisa langsung menilai kemampuan siswa dalam berbahasa Jepang di kehidupan sehari-hari. Untuk alasan ini, JLPT menawarkan “JLPT Can-do Self-Evaluation List” sebagai referensi untuk menginterpretasikan hasil tes.

List ini merupakan hasil analisa dari sebuah survei tentang “aktivitas apa yang mungkin dilakukan di Jepang” yang dilakukan dengan 65.000 peserta pada tahun 2010 dan 2011. List ini bisa digunakan sebagai referensi untuk memahami “apa yang bisa dilakukan oleh pemegang sertifikat level tertentu di Jepang”.

Kegunaan JLPT di Jepang

Mendapat hak perlakuan khusus di imigrasi ke Jepang

Warga negara asing yang memiliki sertifikat N1 mendapat 15 poin, N2 mendapat 10 poin, dan seterusnya. Semuanya tertulis dalam peraturan “Point-based Preferential Immigration Treatment System for Highly Skilled Foreign Professionals”.

Ada hal lain yang dinilai selain sertifikasi JLPT, dan jika seseorang sudah memiliki minimal 70 poin, maka berhak mendapat perlakuan khusus atau istimewa di bagian imigrasi.

Salah satu persyaratan mengikuti ujian untuk pekerja medis

Sertifikat JLPT tingkat N1 diperlukan untuk para pekerja medis yang sudah memiliki lisensi dari luar Jepang dan ingin mengambil sertifikasi pekerja medis di Jepang.

Beberapa profesi yang membutuhkan sertifikat N1 adalah dokter gigi, perawat, apoteker, perawat kesehatan umum, bidan, teknisi radiologi, teknisi laboratorium klinis, terapis fisik, ahli bedah tulang, terapis bicara, dokter hewan, dll.

Salah satu persyaratan untuk mengambil ujian pendamping perawat di Jepang

Sertifikat JLPT level N1 diperlukan bagi lulusan sekolah keperawatan di luar Jepang yang ingin mengambil ujian assistant nurse di Jepang. Ujian tersebut dilaksanakan oleh masing-masing prefecture di Jepang.

Salah satu persyaratan untuk nurse atau caregiver di bawah EPA

EPA adalah Economic Partnership Agreement yang berisi negara Jepang, Indonesia, Filipina, dan Vietnam. Warga Indonesia yang berprofesi sebagai nurse atau caregiver dan ingin mengunjungi Jepang atau bekerja di sana wajib mengikuti JLPT.

error: Content is protected !!