Membangun Kepercayaan Dan Loyalitas Pelanggan

https://www.undercover.co.id- Seperti  apakah seharusnya membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan itu ? dan apakah penting?

Kesalahan dalam memahami kesuksesan—bahwa kesuksesan dapat dicapai dengan  mendorong  suatu  produk  atau  ide secara  agresif— berpengaruh  buruk  terhadap aktivitas  menjual  dan  memengaruhi. Kesalahpahaman ini mendorong  timbulnya perilaku yang tidak tepat. Contohnya, orang menjadi  suka berbelit-belit, memaksakan kehendak dan  agresif,  atau  terlalu  banyak  bicara  serta  mudah  mengiyakan sesuatu.

Aktivitas  menjual  dan   memengaruhi   sangat  bergantung pada bagaimana seseorang mengupayakan  perilaku yang tepat, yaitu dengan  menyeimbangkan  antara  keterbukaan dan ketegasan dengan kehangatan dan kompetensi. Dan, bila dikombinasikan dengan produk atau merek yang bagus, hal ini dapat mendukung upaya pembangunan loyalitas pelanggan, keamanan dalam berusaha juga menjadi faktor penting untuk kelangsungan bisnis anda.

Harley-Davidson mengatasi turbulensi di masa lalu dengan membangun loyalitas pelanggan, yang kemudian  menjadi salah satu  asetnya yang abadi. Harley-Davidson merupakan salah satu pabrikan motor Amerika terkemuka.

Namun, pada tahun 1980-an penjualannya mengalami penurunan  tajam akibat persaingan ketat dengan motor buatan Jepang yang lebih terjangkau dan berkualitas. Harley-Davidson memperbaiki kualitasnya  dengan  menggunakan  teknik  produksi  Dr.  W. Edwards Deming. Tantangan berikutnya adalah memenangkan kembali dan mempertahankan pangsa  pasar  (saat ini,  Harley-Davidson memiliki tingkat loyalitas pelanggan sebesar 90 persen).

Pengetahuan akan kebutuhan pelanggan dan cara menarik emosi pelanggan telah membantu  Harley-Davidson dalam membangun kepercayaan  dan  ikatan   dengan  pelanggan.  Para  manajer  mereka bertemu dengan pelanggan secara rutin di berbagai reli untuk mendemonstrasikan model-model baru mereka. Untuk meningkatkan loyalitas pelanggan, dibuatlah iklan yang memperkuat citra merek Harley.

Harley Owner’s Group (HOG) adalah klub keanggotaan untuk membangun loyalitas pelanggan, di mana dua pertiga pelanggan selalu memperbarui keanggotaan mereka. Secara signifikan, Harley-Davidson memastikan  para pelanggannya mendapatkan manfaat atas nilai yang mereka hargai.

Hasilnya, pelanggan memercayai Harley-Davidson; kepercayaan ini dimanfaatkan untuk membangun ikatan yang lebih kuat dan keuntungan yang semakin tinggi dalam sebuah lingkaran kebajikan. Rich Teerlink, mantan   pimpinan,   berkomentar,   “mungkin  program  yang  dahulu paling signifikan—dan akan terus seperti itu—adalah Harley Owners Group (HOG)… . Para  diler mendapatkan kembali kepercayaan  diri bahwa Harley dapat dan akan menjadi mitra yang dapat diandalkan…. [Dan] menangkap ide-ide dari orang-orang kami—semua orang di Harley—adalah hal yang sangat penting bagi kesuksesan kami di masa mendatang.”

Penerapan

  1. Berikan pengalaman yang konsisten (dan idealnya “bermerek”) pada
    pelanggan setiap kali mereka berurusan dengan bisnis Anda.
  2.   Perjelas   penawaran    nilai—apa    yang   Anda   tawarkan    pada pelanggan.
  3.   Berikan insentif kepada pelanggan baru agar mereka kembali dan
    melakukan pembelian lagi.
  4. „  Berikan penghargaan atas loyalitas pelanggan tetap.
  5.   Miliki daya saing—apa yang kelihatannya  baik bagi Anda belum tentu demikian menurut pesaing Anda.
  6.   Buatlah  pengalaman  pelanggan  semudah  dan  semenyenangkan mungkin.
  7.   Yakinkan pelanggan dengan penawaran layanan dan produk yang dapat diandalkan.
  8.   Kembangkan proses  secara terus-menerus berdasarkan  masukan dari pelanggan.
  9.   Tunjukkan  reliabilitas  dengan  bekerja  sama  dengan  mitra  dan berinvestasi pada sumber daya.

Inspirasi Usaha Untuk Anda

Inspirasi Usaha , Terjun Segera Ke Dunia Usaha…!

Didalam milis wira usaha, sering kita temui e-mail yang nadanya menghimbau seorang untuk selekasnya terjun ke dunia usaha. Kalimat himbauannya kurang lebih seperti ini : Segera saja mandi, tidak usah umumnya mikir….!

E-mail seperti itu telah kerap nampak di beragam milis internet. Akan tetapi, fakta terus menunjukkan, sebenarnya pendamba kewirausahaan yang masih tetap tidak berani terjun keseluruhan, jumlahnya cukup banyak. Ada yang masih tetap bertahan dalam status juga sebagai pegawai orang lain, serta ada pula yang sesudah demikian lama, masih tetap saja dalam situasi bertanya-kanan-bertanya-kiri tanpa ada maksud yang pasti. Lho, mengapa demikian?

Saya sangatlah sepakat dengan himbauan segera terjun ini. Karena benar, bila terlampau banyak pertimbangan ini-itu, umumnya ketertarikan tinggallah ketertarikan, yang selama-lamanya tak kunjung jadi fakta.

Akan tetapi, saya terasa butuh memberi penambahan kalimat : dengan catatan. Catatan apa?

Catatan bahwa saat sebelum terjun, calon entrepreneur seyogyanya telah memiliki suatu peta perjalanan yang benar serta baik. Benar berarti sesuai sama yang diperlukan, baik berarti dilengkapi data-data yang terpercaya. Ambillah misal, bila kita mau berlayar dari Jakarta menuju Sorong di Papua, jadi mesti ada peta yang bakal membimbing kita melayari rute-rute pelayaran yang aman. Dengan peta yang sama kita juga akan memastikan beberapa tempat dimana bakal transit, seperti Surabaya, Makassar, Ambon untuk setelah itu hingga di Sorong. Pikirkan bila kita tak memiliki peta sekalipun, begitu besarnya resiko pelayaran itu?

Apa yang disebut dengan peta perjalanan dalam soal mengawali suatu usaha atau Inspirasi Usaha , tak lain yaitu suatu gagasan usaha, atau dalam arti yang umum, dimaksud Business Plan (BP). Dengan BP inilah, seseorang kandidat entrepreneur akan memantapkan keyakinan dianya, tidak untuk ragu-ragu terjun serius ke usaha. Karena, ia bakal tahu dengan cara pasti apa sesungguhnya maksud usahanya (visi), seperti dalam misal diatas, seolah-olah pelayarannya sudah diputuskan menuju kota Sorong.

Ia bakal tahu juga, misi-misi apapun yang perlu dikerjakan, yang digambarkan bagaimanakah perjalanannya bakal lewat kota-kota Surabaya, Makassar serta Ambon untuk transit. Selain itu, dengan BP, seseorang entrepreneur jadi arif tidak untuk masuk bagian-bidang yang berisiko untuk bisnisnya, seperti kapalnya bakal berlayar menjauhi beberapa tempat beresiko yang penuh batu karang, alur badai serta lain sebagainya.

Ia juga bakal tahu dari tempat mana ia bakal beroleh serta mengelola sumber-sumber daya yang dibutuhkan, termasuk juga sumber daya keuangan, seperti bagaimanakah ia bakal memperoleh bahan bakar waktu mengawali pelayaran, serta bagaimanakah pengisian setelah itu di perjalanan.

Tidaklah cukup terjun ke dunia usaha yang maha luas # yang luasnya seperti lautan tidak bertepi # cuma berbekal motivasi saja. Memanglah motivasi yaitu modal basic kita untuk lakukan semua suatu hal, lantaran tanpa ada motivasi orang bakal loyo saat sebelum melakukan tindakan apapun.

Akan tetapi, tanpa ada suatu peta yang benar serta baik, kemungkinan terbesarnya kita bakal menjumpai resiko yang bukanlah tak mungkin saja bakal menyebabkan fatal untuk usaha, sekalian hari esok kita. Tak perduli seberapa besar juga motivasi yang kita punyai.
Saya, serta sudah pasti kita seluruhnya, pasti tak inginkan ada peristiwa dimana calon-calon wirausahawan Indonesia yang jumlahnya beberapa ribu, terjun berama-ramai ke dunia wiraswasta demikian saja tanpa ada berbekal peta yang benar serta baik, untuk lalu beberapa besar lenyap tersapu bersih oleh ganasnya lautan dunia usaha, atau jadi mangsa binatang-binatang usaha (business animal) yang buas atau mungkin saja juga tersesat di rimba raya perdagangan serta industri, hingga kehabisan sumber daya sekalipun.

Saya sedih serta terharu saat sebagian waktu lalu, pernah membaca e-mail seseorang rekanan yang menceritakan bagaimanakah ia, lantaran demikian terobsesi dengan buku-buku seri financial freedom dari Robert Rich Dad Poor Dad Kiyosaki, dengan dan merta melepas pekerjaan serta jabatan yang mapan di Citibank Jakarta, untuk lalu terjun penuh ke dunia usaha.

Nyatanya, ketentuan yang cuma didasari oleh motivasi menggelora itu memaksanya untuk terima fakta bahwa hanya kurun waktu relatif singkat, ia mesti kehilangan segala-galanya. Jadi miskin serta mesti mencari-cari pekerjaan baru manfaat mengulang perjalanan karier kembali dari bawah Serta saya lebih terharu lagi saat rekanan ini pada baris-baris paling akhir e-mailnya dengan jiwa besar serta patriotik sekali mengakui tak menyesal serta satu waktu bakal kembali ke dunia wira usaha..

Dunia usaha yaitu suatu kancah perjuangan. Bila kita banding itu juga sebagai suatu peperangan, jadi panglima perang Sun Tzu pernah bersabda : Jika Anda inginkan kemenangan di medan perang, jadi terlebih dulu Anda mesti mengetahui dengan baik situasi seputar, sungai-sungai, gunung-gunung dan hutan-hutan yang ada, dengan hal tersebut baru pintu kemenangan bakal terbuka untuk Anda..

Baca Juga

  1. Terapkan Brand Entrepreneurial Leadership Di Bisnis Anda
  2. Model Bisnis Kanvas Untuk Usaha UKM
  3. 100 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar

 

Safety Net

Masih tetap takut untuk terjun selekasnya ke dunia usaha?

Bila suatu Business Plan belum cukup untuk bikin Anda berani terjun melakukan bisnis, jadi izinkan saya untuk sharing sebagian strategi penambahan manfaat memberi rasa aman lebih jauh. Beberapa kiat ini, fungsinya serupa dengan piranti safety net, sejenis jaring pengaman yang umum dipakai oleh beberapa pemain akrobat, terutama pemain trapeze. Dengan hal tersebut, apabila Anda jatuh, masih tetap ada suatu hal yang bakal melindungi keselamatan Anda hingga tak perlu alami bencana yang terlampau fatal.

Mengawali Usaha Tak berarti melulu tentang Uang  : Umumnya orang mengartikan mulainya suatu usaha sama dengan kewajiban sediakan beberapa besar duit untuk investasi awal. Apakah itu untuk kantor, pabrik, peralatan, overhead serta lain sebagainya. Sesungguhnya, tidaklah mesti sekian. Suatu usaha kewirausahaan bisa diawali tanpa ada investasi apapun.

Modal dengkul juga dapat. Di kesempatan yang akan datang saya bakal berikan suatu artikel, bagaimanakah seseorang wirausahawan bisa meningkatkan diri dari mulai modal dengkul, hingga bisa melakukan bisnis helikopter. Oleh karenanya, camkanlah bahwa Anda tak bisa serta tak perlu keluarkan dana apapun dimuka

Gunakan Potensi Orang Lain : Prinsip  (Usaha Optimis Uang Orang Lain) yaitu prinsip yang benar, sepanjang Anda bisa memegang norma usaha dengan baik. Bila Anda memiliki suatu rencana usaha yang bagus, Anda bisa menuliskannya dalam suatu proposal yang menarik, lantas mencari seorang dari kuadran I (Investor) untuk bekerja bersama.

Gunakan Kemapanan Usaha Orang Lain : Ini yaitu suatu rencana yang telah sangatlah di kenal, wujudnya diantaranya dapat berbentuk franchise atau semacamnya.

Sharing Pekerjaan Strategis Dengan Istri/Suami : Debut Anda didunia usaha bakal tambah lebih aman bila Anda sharing pekerjaan dengan pasangan, yakni sesaat Anda berjuang didunia kewirausahaan, istri atau suami terus bekerja juga sebagai karyawan. Dengan hal tersebut, pengeluaran rumah tangga bisa dialokasikan pada pendapatan pasangan Anda, serta tak bisa diganggu tuntut untuk kepentingan usaha, Inspirasi Usaha bersama.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + fourteen =

You May Also Like