Kesalahan Umum Grammar

Bagi non-native speaker bahasa Inggris, wajar jika terkadang membuat kesalahan dalam penggunaan aturan grammar, apalagi dengan banyaknya aturan yang perlu dihapal. Walaupun begitu, kalian tetap harus berusaha untuk sebisa mungkin menghindari melakukan kesalahan.

Kesalahan Umum Grammar yang Perlu Diwaspadai di Lingkungan Profesional

Kesalahan penggunaan grammar bisa membuat kalian gagal menyampaikan maksud pembicaraan, bahkan bisa sampai terjadi miskomunikasi. Selain itu, kesalahan seperti ini juga bisa membuat kalian terkesan tidak profesional.

Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mempelajari kesalahan umum apa yang biasanya dilakukan dalam penggunaan grammar bahasa Inggris. Berikut adalah beberapa kesalahan umum grammar yang bisa kalian temukan dalam lingkup profesional, baik di bidang pendidikan maupun pekerjaan.

Penggunaan Their, They’re, atau There

Dalam pengucapannya, kata “their”, they’re”, dan “there” terdengar mirip, padahal ketiganya memiliki arti dan penggunaan yang berbeda.

Their adalah kata ganti kepemilikan oleh satu atau lebih orang. Contoh: I visited my grandparents last Sunday. Their house is beautiful.

They’re adalah singkatan dari they are. Contoh: my friends didn’t bring umbrellas. They’re going to get wet.

There bisa menjadi adverb, kata benda, kata ganti, interjection, atau kata sifat. Tapi “there” bukanlah kata ganti kepemilikan atau contraction. Contoh:

  • I went there last weekend (adverb)
  • We can go there now (kata benda)
  • There is something on your face (kata ganti)
  • There, we did it! (interjection)
  • I’ll always be there if you need me (kata sifat)

Terlalu banyak menggunakan kata

Ini mungkin bukan termasuk kesalahan dari segi grammar, tapi ini adalah salah satu kesalahan umum yang terjadi di lingkungan profesional. Menggunakan kata, istilah, atau kalimat tambahan yang tidak perlu supaya terlihat lebih cerdas justru bisa berakibat sebaliknya.

Kalimat run-on, respon yang tidak nyambung atau tidak jelas, dan ketidaktepatan penggunaan kalimat justru akan membuat kalian terlihat kurang mampu dalam berbahasa Inggris. Dalam lingkup profesional, komunikasi dalam bahasa Inggris haruslah dilakukan dengan singkat, jelas, dan to the point.

Salah mengeja kalimat

Kalian tidak bisa hanya mengandalkan fitur pemeriksa ejaan di Microsoft Word untuk mengoreksi setiap typo yang mungkin kalian buat. Walaupun hanya satu huruf yang salah, ini bisa mengubah arti dan maksud yang ingin anda sampaikan.

Tips untuk menghindarinya adalah, cek ulang dari bawah sampai awal, minta orang lain untuk me-review kembali, dan jika mungkin, baca ulang teks yang anda tulis setelah jeda beberapa menit, ini bisa membuat kalian bisa membacanya dalam bahasa inggris ulang dengan pikiran dan mata yang fresh.

Penggunaan adverb yang berlebihan

Adverb, yang biasanya diakhiri dengan –ly, digunakan untuk menjelaskan verb atau kata kerja. Tidak masalah menggunakan adverb, tapi jika digunakan berlebihan, bisa menunjukkan bahwa kalian kekurangan kata kerja untuk digunakan.

Contoh: kalimat “the girl ran really fast to catch the cat” bisa diganti menjadi “the girl sprinted to catch the cat”. Adverb “really fast” merupakan penjelasan dari kata kerja “ran”, tapi ada kata kerja lain yang bisa digunakan sebagai gantinya, yaitu “sprinted” yang memiliki arti yang sama.

Penggunaan You’re dan Your

Kata You’re dan Your terdengar sama dalam pengucapannya, tapi artinya sangat berbeda.

You’re adalah singkatan dari you are. Contoh: I think you’re going to like my book.

Your adalah kata ganti kepemilikan oleh orang yang kalian ajak bicara. Contoh: I’m here to return your pencil.

Perbedaan komunikasi dalam pesan teks dan email

Dalam berkomunikasi menggunakan pesan teks, wajar jika kita akan menyingkat kalimat dan sengaja menggunakan sedikit kata. Tapi jika ini juga diterapkan dalam menulis email profesional, resikonya adalah tulisan kalian menjadi terkesan tidak utuh dan bisa menimbulkan kesalahan interpretasi.

Walaupun mungkin terdengar lebih ringkas, jangan samakan format email dengan format pesan teks yang biasa kalian kirimkan. Pastikan kalian menulis setiap kata yang diperlukan dengan baik, dan tulis kalimat yang utuh.

Penggunaan kata yang berulang

Penggunaan kata yang sama beberapa kali dalam beberapa kalimat yang berdekatan bisa membuat pembaca merasa bosan. Sebaliknya, ada juga orang yang sengaja menggunakan berbagai sinonim dari kata yang sama yang justru membingungkan pembaca.

Kuncinya adalah mencari titik tengahnya, tidak menggunakan terlalu banyak kata yang sama tapi juga tidak terlalu banyak menggunakan sinonim kata yang sulit.

Terlalu banyak menggunakan istilah yang menggambarkan prepositional

Preposition adalah kata yang biasanya digunakan sebelum kata benda dan kata ganti untuk menunjukkan arah, lokasi, atau waktu. Contoh: kalimat “the caravan came over the top of the hill” bisa diganti menjadi “the caravan crested the hill”.

Pada kalimat pertama ada dua istilah prepositional, “over the top” dan “of the hill”. Penggunaan istilah prepositional yang terlalu berlebih bisa membuat kalimat terkesan menggunakan terlalu banyak kata yang tidak penting, jika mungkin, sederhanakanlah.

Penggunaan It’s dan Its

Dalam pengucapannya, penggunaan “its’s” dan “its” tidak akan terlalu dipermasalahkan, yang penting arti kalimat masih tersampaikan dengan baik. Tapi dalam penulisan, kesalahan penggunaan kedua kalimat ini bisa sangat terlihat jelas.

It’s adalah singkatan dari it is. Orang banyak yang bingung karena tanda koma atas dan huruf “s” biasanya berarti kepemilikan. Contoh: Have you watch this movie? It’s one of my favorite.

Its adalah kata ganti kepemilikan oleh sesuatu yang bukan manusia. Contoh: Look at that tree! Its flowers are so beautiful!

Penggunaan kata pujian yang terlalu umum

Kalian pasti familiar dengan berbagai kata pujian yang standard seperti nice, good, dan awesome. Banyak di antara kalian yang pasti juga sering menggunakannya di lingkungan profesional.

Tapi sebenarnya kata-kata pujian singkat tersebut sedikit dangkal dan dingin. Sebaliknya, kalian bisa memuji dan mendeskripsikan sesuatu dengan lebih detail, seperti bagian mananya yang nice atau good.

Penyusunan kalimat yang ambigu

Penyusunan kalimat yang ambigu biasanya diakibatkan penempatan kata sifat yang tidak sesuai. Untuk memperbaikinya, kalian bisa mengganti kata yang digunakan atau merubah letaknya dalam kalimat.

Contoh: kalimat “Listening to loud music slowly gives me a headache” bisa diganti dengan “When I listen to loud music, I slowly develop a headache”. Pada kalimat pertama tidak jelas apakah subjek mendengarkan musik dengan pelan, atau perlahan merasakan sakit kepala.

Dengan merubah penempatan kalimat seperti pada contoh kedua, pembaca bisa menjadi lebih jelas dengan apa yang ingin kalian sampaikan.

Penggunaan Who’s dan Whose

Kata “who’s” dan “whose” memiliki pengucapan yang sangat mirip, tapi keduanya memiliki arti dan penggunaan yang berbeda.

Who’s adalah singkatan dari who is, kata ini tidak bisa digunakan dalam kata ganri kepemilikan sesuatu. Contoh: Who’s going to the beach today?

Whose selalu menggambarkan kepemilikan sesuatu. Contoh: Whose pen is this?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!