Kenali Perbedaan TOEFL Prediction

zowhy – Tes kemampuan bahasa Inggris jenis TOEFL mungkin sudah cukup akrab untuk beberapa orang. Sama hal nya dengan jenis tes kemampuan bahasa Inggris lainnya, tes TOEFL digunakan sebagai tolak ukur atau pembuktian kemampuan penguasaan bahasa Inggris secara individu.

Tes TOEFL memiliki beberapa jenis tes yang umum digunakan. Yakni tes TOEFL PBT atau Paper-Based Test, tes TOEFL CBT atau Computer-Based Test, tes TOEFL IBT atau Internet-Based Test, tes TOEFL ITP atau Institutional Testing Program, serta tes TOEFL Prediction.

Tapi, apa sih pengertian dan perbedaan dari masing-masing tes? Apa bedanya tes TOEFL Prediction dengan jenis tes lainnya?

Nah, kali ini kami akan memberi sedikit informasi mengenai jenis-jenis tes TOEFL dan apa perbedaan tes TOEFL Prediction dengan jenis tes TOEFL lainnya. Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

Apa Itu Tes TOEFL?

Sebelum mengenal jenis-jenis TOEFL, ada baiknya memahami apa itu tes TOEFL.

TOEFL atau Test of English as Foreign Language adalah suatu tes untuk mengetahui seberapa jauh kita dalam memahami dan menguasai bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Tes ini berfungsi mengukur kemampuan bahasa Inggris secara individu.

Tes TOEFL biasanya digunakan sebagai salah satu syarat pendaftaran beasiswa melanjutkan pendidikan ke luar negeri, atau sebagai salah satu syarat melamar pekerjaan dengan instansi berlatar internasional atau multinasional.

Pemilik serta penyelenggara tes ini adalah ETS atau Educational Testing Service. ETS telah mengantongi copyright dari tes TOEFL sejak didirikan pada tahun 1947 di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat. Sertifikat TOEFL yang diakui keresmiannya adalah yang mencantumkan logo dari ETS.

Di Indonesia, IIEF atau Indonesian International Education Foundation menjadi perwakilan dari ETS untuk melaksanakan program TOEFL. Dalam melaksanakan tes TOEFL, IIEF bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan di seluruh Indonesia. Seperti akademi, universitas, LPK dan sejenisnya yang telah memenuhi persyaratan dari ETS.

Secara umum, tes TOEFL memiliki empat komponen utama. Yaitu Listening, Writing, Reading, dan Reading. Keempat komponen tes ini setidaknya memerlukan waktu 3 hingga 4 jam waktu pengerjaan.

Perbedaan Tes TOEFL Prediction dengan Jenis Tes ELPT Lainnya

1. Kegunaan Tes

Sesuai namanya, tes TOEFL Prediction adalah jenis tes TOEFL yang dilakukan untuk memprediksi skor dan kemampuan bahasa Inggris kalian sebelum melakukan tes TOEFL resmi. Tes TOEFL Prediction seringkali disamakan dengan tes TOEFL ITP karena kemiripan sistem pengerjaan dan soal yang hampir serupa.

Kedua tes dapat dilakukan berulang kali apabila tidak mencapai skor yang diinginkan. Namun, adanya perbedaan biaya yang sangat signifikan membauat tes TOEFL Prediction lebih ramah dan lebih membantu dibandingkan dengan tes TOEFL resmi.

2. Komponen Materi Tes

Soal-soal dalam tes TOEFL Prediction ini disusun dan dibuat dengan desain yang menyerupai dengan tes TOEFL resmi. Biasanya, penyelenggara tes TOEFL Prediction mengambil contoh soal atau meniru soal dari buku TOEFL, seperti ETS powerprep, Barron, Longman, dan lain sebagainya.

Dalam tes TOEFL resmi, terdapat empat komponen soal. Antara lain:

  • Listening, komponen ini berfungsi menguji kemampuan mendengar serta memahami bahasa Inggris. Dalam sesi listening, coba untuk mendapatkan ide dari keseluruhan situasi yang disebutkan dalam audio listening. Seperti siapa pembicaranya dan siapa saja yang terlibat dalam percakapan tersebut, dimana percakapan dilakukan, dan mengapa mereka membicarakan hal tersebut.

Dalam sesi ini biasanya akan muncul beberapa pertanyaan, seperti:

a. What is the main topic of the lecturer?

b. What are the speakers mainly discussing?

c. Why does the professor ask?

d. Why is the student talking to?

e. What does the speaker imply about?

  • Reading, komponen ini berfungsi untuk menguji kemampuan dalam memahami, menganalisa dan menginterpretasi teks dalam berbagai topik, tentunya dalam bahasa Inggris. Dalam komponen reading, teks biasa berisi topik akademik atau topik umum yang banyak diketahui.

Untuk mengerjakan komponen reading, ada baiknya membaca soal terlebih dahulu dan kemudian membaca teks untuk mencari jawaban. Cara ini lebih efektif dibandingkan dengan membaca teks terlebih dahulu. Atau bisa juga menggunakan teknik skimming atau membaca cepat dan berpaku pada informasi penting saja.

  • Structure and Written Expression, komponen ini umumnya terdapat dalam tes TOEFL PBT. Di komponen ini, terdapat 40 soal dimana 15 soal structure berisi materi yang berhubungan dengan subjek dan predikat, participle, reduced sentence, conjuction, appositives, dan inversi.

Sedangkan 25 soal lainnya berupa written expression yang berisi materi yang berhubungan dengan subjek dan kata kerja, passive voice, parallel structure, comparatives dan superlatives, kata sifat, kata benda, artikel, kata depan, kata ganti serta kata keterangan. Dalam komponen ini, diberikan waktu 40 menit pengerjaan soal.

  • Writing, dalam komponen ini peserta akan diminta menulis esai dengan 250 hingga 300 kata yang berisi tentang topik sesuai dengan ketentuan penyelenggara tes. Peserta diminta memahami dan dapat mengkreasikan esai dengan jelas, lugas, dan sesuai dengan topik yang ada. Pada komponen ini diberikan waktu 30 menit pengerjaan soal.
  • Speaking, dalam komponen ini peserta akan diminta pendapat mengenai topik yang telah disiapkan. Selain itu, peserta juga akan diminta membaca bacaan pendek, mendengarkan percakapan tentang kehidupan perkuliahan, serta menjawab pertanyaan yang mencakup informasi yang telah diberikan. Waktu tes komponen ini adalah 20 menit.

Sedangkan di tes TOEFL Prediction hanya akan ada 3 komponen materi tes. Yakni listening, reading dan structure sesuai dengan penjelasan di atas. Waktu pengerjaan soal jauh lebih pendek yakni sekitar 1,5 hingga 2,5 jam waktu pengerjaan.

3. Biaya Tes

Selain perbedaan struktur dan komponen materi soal tes, serta perbedaan waktu pengerjaan, terdapat perbedaan biaya yang cukup siginifikan antara tes TOEFL Prediction dengan tes TOEFL pada umumnya. Tes TOEFL Prediction hanya memakan biaya sekitar 50.000 hingga 250.000 rupiah untuk sekali tes. Hal ini sangat berbeda dengan tes TOEFL resmi yang memakan biaya 550.000 rupiah dalam sekali tes.

Dengan harga yang cukup menguras kantong, biasanya peserta akan melakukan kursus atau belajar secara otodidak agar mendapatkan skor atau hasil tes yang diinginkan. Tiap instansi atau institusi memiliki minimal skor kelulusan yang berbeda-beda. Ada baiknya peserta mengerti minimal skor yang harus didapatkan dan belajar menguasai komponen tes sebelum melakukan tes TOEFL resmi.

baca juga

    Tes TOEFL Prediction juga menjadi salah satu upaya belajar dan praktek sebelum melakukan tes TOEFL resmi. Dengan harga yang lebih terjangkau, peserta dapat mengambil tes beberapa kali hingga mendapat skor yang diinginkan.

    Ada beberapa institusi dan instansi yang menerima sertifikat tes TOEFL Prediction. Jadi, peserta tidak harus melakukan tes TOEFL resmi. Hal ini harus dipastikan terlebih dulu oleh peserta selaku pihak yang harus memenuhi syarat.

    error: Content is protected !!