Iman Usman dan Belva Delvara, Sosok di Balik Ruang Guru

https://www.undercover.co.id – Kebanyakan orang Indonesia pasti kenal dengan nama-nama pendiri startup seperti Nadiem Makarim, William Tanudjaya, atau Achmad Zaky yang sudah berhasil membawa perusahaan mereka menjadi Unicorn.

Dibandingkan dengan nama mereka, nama Iman Usman dan Belva Delvara memang belum banyak dikenal lantaran belum terlalu banyak disorot oleh media.

Faktanya mereka berdua adalah orang dibalik startup online learning yang sedang naik daun di Indonesia, Ruang Guru.

Mereka memang lebih banyak mendorong brand ambassador mereka seperti penyanyi Iqbal Ramadhan dan Youtuber Jessnolimit untuk mewakili wajah Ruang Guru di ruang publik.

Inspirasi mendirikan Ruang Guru datang ketika mereka kesulitan menemukan penyedia bimbingan belajar selama studi S2 mereka di Amerika Serikat.

Mereka memutuskan pulang ke Indonesia dan membangun startup berbasis pendidikan di tengah-tengah karir mereka yang tengah menanjak di negeri tersebut.

Menjelang tahun keempat mereka berdiri, Ruang Guru tengah bersiap untuk menjadi perusahaan startup dari Indonesia dengan status Unicorn selanjutnya.

Berlatar Belakang Pendidikan Mentereng di Luar Negeri

Iman maupun Belva dapat dikatakan sebagai putra-putra yang paling cemerlang yang pernah dimiliki oleh bangsa ini.

Semenjak bangku sekolah, keduanya telah banyak menerima berbagai penghargaan prestisius yang hanya bisa diidam-idamkan oleh teman sebayanya.

Iman sempat diganjar penghargaan sebagai Pemimpin Muda Indonesia pada tahun 2008 dan United Nations Youth Recognition on Humanitarian Development pada tahun 2011.

Tidak hanya itu, ia juga sempat didaulat untuk berpidato di United Nations Youth Assembly mewakili Indonesia dihadapan lebih dari 1.000 pemuda terpilih di gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sedangkan Belva berhasil meraih beasiswa penuh dari pemerintah Singapura untuk Nanyang Techonological University dan terpilih sebagai 5% mahasiswa terbaik yang berkuliah di sana.

Keduanya juga berhasil melanjutkan pendidikan pascasarjana mereka di universitas terkemuka di Amerika Serikat.

Tidak hanya sekedar kuliah, mereka juga berhasil meraih prestasi menggembirakan di sana.

Iman berhasil menamatkan pendidikan masternya di Universitas Columbia dengan indeks prestasi 3.90 dalam waktu satu tahun untuk memenuhi persyaratan beasiswa dari Riady Scholar.

Sedangkan Belva berhasil meraih dua gelar sekaligus masing-masing dari Universitas Harvard dan Stanford dan terdaftar dalam berbagai jurusan bergengsi di Harvard.

Meski memiliki latar belakang yang cemerlang, baik Belva maupun Iman ogah untuk mengambil tawaran pekerjaan yang menggiurkan di sana.

baca juga

    Inspirasi Mendirikan Ruang Guru

    Sejak di bangku sekolah, Iman memang telah menunjukkan ketertarikannya untuk membenahi pendidikan terutama bagi anak-anak yang kurang beruntung.

    Pada usia 10 tahun, Iman sudah mendirikan organisasi nonlaba yang menyediakan buku-buku untuk dibaca oleh anak-anak seusianya yang kurang beruntung.

    Menginjak usia SMA, Iman mendirikan Forum Anak Daerah Sumatera Barat dan Komunitas Anak Kritis Indonesia untuk mengampanyekan pemenuhan hak-hak anak termasuk dalam hal pendidikan.

    Lain lagi dengan Belva yang mengasah keinginannya terhadap pembenahan pendidikan di Indonesia ketika ia sudah bekerja di Unit Kerja Presiden dan Mckinsey.

    Belva kala itu banyak memimpin studi mengenai transformasi sistem pendidikan dan kesehatan publik di Asia Tenggara.

    Memiliki keinginan dan visi yang sama untuk memajukan pendidikan akhirnya mendorong mereka untuk mendirikan Ruang Guru pada tahun 2014 kemarin.

    Iman dan Belva memilih untuk menjadikan Ruang Guru sebagai platform pembelajaran yang bisa diakses kapan dan dimana saja.

    baca juga

    Keduanya melihat platform belajar online sebagai sebuah solusi bagi para murid sekolah yang tidak bisa mendapat guru privat yang tepat untuk membantu pelajaran mereka.

    Lagipula keduanya juga sempat memiliki pengalaman tidak bisa mendapatkan bimbingan belajar kala menempuh pendidikan S2 mereka di Amerika Serikat.

    Setelah berdiri selama hampir 5 tahun, Ruang Guru telah mempelopori perubahan orientasi pembelajaran pelajar Indonesia yang lebih condong ke model HOTS (High Order Thinking Skills)

    Model pembelajaran ini sudah banyak diterapkan di berbagai negara yang menempati posisi tinggi dalam hal indeks pembangunan manusia.

    Keberhasilan Ruang Guru bisa dikatakan sebagai kombinasi antara kecerdikan melihat peluang bisnis dan visi memajukan sektor pendidikan lewat teknologi.

    baca juga

      Berencana Ekspansi Ke Vietnam

      Tepat pada tanggal 31 Oktober 2019, Ruang Guru secara resmi memulai kegiatan operasional mereka di negara tetangga, Vietnam.

      Melihat dari gelagat ekspansi ini, Ruang Guru diisukan sedang mengejar target untuk menjadi unicorn menyusul startup lain yang lebih mapan macam Gojek, Grab, Tokopedia, dan lain-lain.

      Meski merupakan langkah ekspansif, Iman dan Belva tidak terburu-buru menyatakan bahwa Ruang Guru akan meraih status unicorn pada tahun ini.

      Keduanya mengaku masih fokus pada penguatan layanan pengajaran demi bisa terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan inklusif kepada lebih dari 13 juta penggunanya.

      Selain itu Iman dan Belva juga masih mencoba menggarap calon investor baru untuk meraih pendanaan ventura di seri C.

      Untuk menyesuaikan dengan pasar Vietnam, Iman dan Belva yang diwakilii oleh Ritchie Gunawan selaku wakil direktur Ruang Guru menyatakan mereka akan memodifikasi nama menjadi Kien Guru

      baca juga

      Semakin Cinta dengan Pendidikan dan Teknologi

      5 tahun mendirikan Ruang Guru, Belva yang menjabat sebagai direktur utama mengaku semakin jatuh cinta dengan dunia pendidikan.

      Menurutnya ada banyak sekali potensi para murid yang bisa digali dari metode pendidikan yang berbasis teknologi seperti yang dilakukan Ruang Guru.

      Selain itu ia yakin bahwa perusahaan teknologi seperti Ruang Guru dapat menjadi pelopor simbiosis ekonomi yang saling menguntungkan.

      Belva mencontohkan bahwa bisnis yang dijalani oleh Ruang Guru selain untuk mendapatkan keuntungan juga bermaksud untuk memberikan kesempatan bagi orang banyak untuk naik kelas sosialnya melalui pendidikan.

      Saat ini Ruang Guru juga sudah bekerjasama dengan 32 pemerintahan provinsi dan 326 pemerintah kota dalam mendorong pemerataan pendidikan.

      0 Shares:
      You May Also Like