Bill Gates

Siapa yang tak kenal dengan Bill Gates? Rasanya, seantero dunia mengenal pria bernama lengkap William Henry Gates III ini.…

Siapa yang tak kenal dengan Bill Gates? Rasanya, seantero dunia mengenal pria bernama lengkap William Henry Gates III ini. Ia langganan bertengger di urutan pertama dalam daftar orang paling kaya didunia selama bertahun-tahun. Pria yang bahkan tak lulus dari Harvard University ini merupakan bos dan pendiri dari Microsoft sebuah perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia.

Simak kiprahnya serta bagaimana ia menginvestasikan kekayaannya sehingga ia bisa menghasilkan uang sebesar US$130 per detiknya.

Bill Gates Cerdas sedari Kecil

Ihwal perkenalannya dengan komputer saat dia mengenyam pendidikan di Lakeside School – sebuah sekolah dasar yang bergengsi di Seattle pada tahun 1968. Karena kecerdasannya, dia dengan cepat menguasai BASIC, sebuah bahasa pemograman komputer.

Bersama dengan para hacker yang otodidak di Lakeside, dia menghabiskan waktu dengan menulis program, melakukan permainan, dan secara umum mempelajari banyak hal tentang komputer.

Bersama dengan rekannya, Paul Allen, ia mulai membolos kelas untuk bekerja di ruang komputer sekolah. Saat Gates berusia 15 tahun, dia dan Allen berbisnis bersama dan berhasil mendapat US$20.000 dari pembuatan program Traf-O-Data, sebuah program yang mereka kembangkan untuk mengukur arus lalu lintas di wilayah Seattle.

Di tahun 1973, Bill Gates menempuh kuliah di Harvard University di Cambridge. Di sana ia bertemu dengan Steve Ballmer yang kelak menggantikannya sebagai CEO Microsoft. Gates pun berhasil merancang sebuah algoritma untuk penyortiran panekuk sebagai solusi atas satu dari serangkaian masalah yang belum terpecahkan.

Ia bahkan tak pernah tertarik untuk belajar selayaknya mahasiswa lain. Gates justru menghabiskan waktunya untuk membuat pemrograman komputer hingga akhirnya pada tahun 1974 ia menghubungi Paul Allen, dan bergabung dengannya di Honeywell.

Setahun kemudian, MITS Altair 8800 berbasis CPU Intel 8080 diluncurkan. Naluri bisnis Gates dan Allen tergerak sehingga melihat peluncuran tersebut sebagai kesempatan untuk mendirikan perusahaan perangkat lunak komputer sendiri.

Pada November 1975, demi mewujudkan impiannya ini Gates memutuskan untuk keluar dari Harvard dan bekerja bersama Allen di MITS di Albuquerque.

Awalnya mereka menamai usahanya dengan nama “Micro-Soft” dan mendirikan kantor pertamanya di Albuquerque. Lalu, nama usaha pun diganti menjadi Microsoft pada satu tahun berikutnya. Tonggak bersejarah Microsoft dimulai pada tanggal 26 November 1976 nama dagang ‘Microsoft’ didaftarkan di Kementerian Luar Negeri New Mexico.

Kerja kerasnya terbayarkan saat perusahaan yang ia dirikan bernama Microsoft Corporation sukses besar dan Gates pun menjadi seorang jutawan. Ia pun memutuskan untuk mundur dari manajemen Microsoft dan berkonsentrasi pada yayasan sosial yang didirikannya – Bill and Melinda Gates Foundation pada awal tahun 2008.

 

 

Investasi Bill Gates

Gates telah menduduki daftar miliarder dunia versi majalah Forbes selama 18 tahun terakhir. Dengan kekayaannya yang mencapai US$86 miliar atau sekitar Rp1.118 triliun.

Ia pun menduduki peringkat satu sebagai orang terkaya di planet bumi ini. Dengan kekayaannya yang berlimpah, ia pun menginvestasikan ke beberapa sektor seperti saham, properti, maupun koleksi.

Gates dikenal memiliki sejumlah portofolio investasi berbentuk properti. Ia memiliki sebuah rumah seluas 66.000 kaki persegi di Medina, Washington.

Gates menghabiskan US$63 juta untuk membangun istana ini yang dipenuhi banyak fitur berteknologi tinggi. Ia membeli rumah itu seharga US$2 juta pada tahun 1988.

Rumah ini dilengkapi dengan sistem sensor berteknologi tinggi yang membantu para tamu memantau iklim dan pencahayaan ruangan. Ada juga ruang trampolin, kolam renang 60 kaki, enam dapur, dan ruang makan yang bisa menampung hingga 200 orang.

Pada tahun 2013, Gates membeli peternakan kuda di Wellington, Florida, yang ia beli seharga US$8,7 juta. Bulan Oktober 2014, Gates kembali membeli properti yaitu membeli Rancho Paseana di Santa Fe, California seluas 228 hektar seharga US$18 juta.

Properti ini mencakup arena pacuan kuda, wisma, kantor, suite dokter hewan, kebun buah, dan lima lumbung. Selain itu, Gates juga diketahui telah melakukan sejumlah investasi real estat melalui firma investasi pribadinya, Cascade. Hal ini mencakup kepemilikan parsial Hotel Charles mewah di Cambridge, Massachusetts.

Menurut Wall Street Journal, Gates juga memiliki hampir setengah dari jaringan hotel Four Seasons Holding melalui Cascade, termasuk hotel di Atlanta dan Houston. Gates menguasai 95 persen dengan Pangeran Alwaleed bin Talal dari Arab Saudi.

Pada tahun 2013, Gates dan beberapa pembeli yang tidak disebutkan namanya membeli Ritz-Carlton di San Francisco senilai US$161juta.  Gates juga dikabarkan memiliki Grand Bogue Caye, sebuah pulau seluas 314 hektar di lepas pantai Belize di Amerika Tengah seharga $ 25 juta.

Selain investasi dalam bentuk properti, Gates juga memiliki investasi dalam bentuk pesawat dan mobil mewah. Ia memiliki jet pribadi – Bombardier BD 700 Global Express seharga sekitar US$45 juta.

Gates juga memiliki saham Boeing Business Jet karena keanggotaannya di Netjets. Gates menggunakan jet pribadinya secara rutin, terutama untuk perjalanan amalnya bersama Bill and Melinda Gates Foundation. Tak hanya pesawat jet, ia juga menyukai mobil mewah, dan memiliki sejumlah mobil Porsche.

Dia dilaporkan memiliki mobil convertible Porsche 911 Carerra tahun 1999, sebuah turbo 930 yang dia beli dengan uang Microsoft dari awal, dan sebuah Coupe 959 1988 yang langka.

Mayoritas aset keuangan Gates adalah investasi pada perusahaan yang dikelola oleh Cascade Investments, LLC, entitas yang sekarang dikelola oleh Gates untuk membeli saham di berbagai bisnis.

Portofolio yang dikelola oleh Cascade, sekitar US$19 miliar diinvestasikan dalam bentuk saham, dimana hampir US$15,6 miliar pada lima perusahaan. Pertama adalah Berkshire Hathaway sebesar 59,43 persen.

Lalu Waste Management Inc. atau perusahaan manajemen limbah sebesar 6,95 persen. Kereta Api Nasional Kanada sebesar 6.07 persen. Gates pun menjadi pemegang saham terbesar di Kereta Api Nasional Kanada hari ini.

Keempat adalah Caterpillar Inc. sebesar 5.49 persen. Caterpillar adalah produsen peralatan konstruksi dan pertambangan terkemuka di dunia, mesin diesel dan gas alam, turbin gas industri, dan lokomotif. Dan terakhir adalah Wal-Mart Stores sebesar 4,22 persen

Gates juga mendirikan BGc3 (Bill Gates Catalyst 3), sebuah perusahaan think tank dan modal ventura yang didedikasikan untuk layanan ilmiah dan teknologi, penelitian industri dan penggunaan komputasi untuk memerangi kemiskinan.

 

baca juga

Hary Tanoesoedibjo

500 Kisah Pengusaha Sukses

 

Dia juga terlibat langsung dalam Corbis, perusahaan perizinan dan hak gambar digital, TerraPower, perusahaan reaktor nuklir, dan Research Gate, sebuah jejaring sosial bagi peneliti dan ilmuwan.

Meskipun dengan kekayaan yang melimpah, Gates dikenal memiliki jiwa kedermawanan yang tinggi. Bersama istrinya ia mendirikan Bill & Melinda Gates Foundation yang saat ini merupakan yayasan amal terbesar di dunia.

Yayasan ini bekerja untuk menyelamatkan nyawa dan memperbaiki kesehatan global, serta bekerja sama dengan Rotary International untuk menghilangkan polio.

Dia juga mendorong miliarder sesama untuk menyumbangkan sejumlah besar untuk amal melalui The Giving Pledge. Pada akhir 2016, Gates mengumumkan peluncuran dana investasi Breakthrough Energy senilai US$1 miliar bersama dengan 20 orang lainnya.

0 Shares:
You May Also Like

8 Trik Lengkap Memulai Bisnis Online

“internet” yang diartikan sebagai jaringan yang dapat menembus ruang dan waktu, serta membuat kita terhubug dengan ber-millyaran orang di luar sana. Sedangkan “marketing” adalah sebuah cara atau startegi yang umunya digunakan untuk memasarkan suatu produk/jasa pada audiens yang sesuai dengan target pasar yang ingin diraihnya